Pada 2011-2014 usaha mesin rotogravure Suryadi mengalami perkembangan yang positif. Datang seorang berkebangsaan China yang mengajaknya bekerja sama, tapi ditolak.
Jhody meminta doa dari seluruh masyarakat agar bisa istiqomah dalam beragama. Pertama kali di launching, produk sandalnya laku terjual sebanyak 477pcs.
Pada Kejuaraan karate dunia di Skotlandia, dia nyaris didiskualifikasi karena dianggap melanggar aturan memakai busana lain di balik seragamnya. Namun, setelah pihak panitia dan juri diberi penjelasan bahwa penampilannya ini terkait agamanya, akhirnya dia diizinkan untuk bertanding.
Nama Nadia Haq Umami viral di media sosial setelah berlaga di PON XX Papua. Muslimah yang menjadi kontingen Jawa Tengah ini ternyata sedang hamil muda.
Berbisnis dengan landasan agama, tidak akan menjadikan seorang pengusaha menjadi rakus akan dunia. Seperti kegiatan berpuasa yang bisa menahan hawa nafsu.
Kemenperin bersama kementerian/lembaga terkait, di antaranya Komite Nasional Ekonomi Syariah (KNEKS), Kementerian Keuangan, serta Kementerian PPN/Bappenas tengah menyusun peta jalan industri halal.
Sidat memiliki masa pertumbuhan lama, memakan waktu 14 bulan, dari bibit hingga bisa dipanen untuk kebutuhan konsumsi. Selama ini kebutuhan pasar mengandalkan hasil tangkapan alam.
Walaupun pasar untuk fesyen muslim ini memiliki persaingan yang cukup ketat, tapi Nora meyakini pasar untuk hijab masih terbuka luas. Agar bisa bersaing, mereka untuk terus berinovasi.
Layanan kesehatan mental di Tanah Air belum merata. Data menunjukkan 90 persen orang Indonesia belum mendapatkan penanganan yang tepat dalam masalah ini pada enam bulan pertama.
Kini, Yova sudah dinyatakan sembuh. Kerennya lagi ia bisa masuk ke perguruan tinggi negeri ternama di Indonesia, yakni Universitas Indonesia (UI) pada tahun 2020.
Monty merupakan ayah kandung dari Raja, pemuda yang viral karena aktivitasnya merapihkan sandal dan menyambut tamu di Masjid As-Saadah secara sukarela.
Masjid terbesar di atas mal ada di Blok M Square. Rumah ibadah ini dibangun di lantai 7 pusat perbelanjaan tersebut dengan daya tampung mencapai 6.000 jamaah.
Influencer Afghanistan menggunakan media sosial untuk memberitakan pada dunia kondisi negaranya di bawah pemerintahan Taliban. Mereka mengaku tidak memiliki kekuatan apa pun selain memanfatakan media sosial.