Dalam kesempatan tersebut Mahfud menyebut Terowongan Silaturahmi yang menghubungkan Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral sebagai simbol persatuan bangsa.
Masjid Istiqlal sebagai masjid negara perlu memberikan standardisasi untuk masjid-masjid yang berada di Indonesia. Seperti standardisasi untuk imam dan mubaligh, serta standardisasi tata kelola, organisasi, maupun substansi yang menjadi inti dari masjid Indonesia.
Sebagaimana masjid yang dibangun Rasulullah Saw, selain sebagai tempat ibadah, juga menjadi pusat kegiatan untuk menata kehidupan masyarakat serta membangun peradaban bangsa.
Saparwadi berharap masyarakat bisa hadir dalam acara ini nantinya. Karena acara ini diadakan dengan tujuan agar masyarakat terutama anak muda tidak membuang-buang waktunya dengan hal yang tidak bermanfaat seperti hura-hura dan lainnya.
Imam Besar Masjid Istiqlal, Prof Nasaruddin Umar mengajak difabel terus berkarya dan berprestasi. Ia juga menekankan bahwa disabilitas patut diberikan hak-haknya dan mendapat kesetaraan sebagaimana nondisabilitas.
Perlahan tapi pasti, Istiqlal melakukan transformasi kelembagaan dan instrumen yang dapat wewujudkan cita-cita tersebut, mulai dari pendidikan kader ulama Masjid Istiqlal (PKU MI) jenjang S2-S3, menyediakan fasilitas sport center, gym center, lembaga kesenian, lembaga penyelia halal hingga sentra usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang melibatkan lima kementerian dan lembaga.
Di tengah arus belantara informasi, media massa harus menjadi pemersatu. Media tidak boleh menyajikan konten yang asal viral saja, namun penting mencari titik temu dan menyatukan perbedaan.
Kewajiban menyiapkan imam yang berkualitas sama dengan kewajiban membangun masjid. Karena masjid dan imam adalah satu paket, ibarat negara membangun pengadilan, maka kelengkapan pengadilan paling inti adalah perangkat hakim.
Membangun masjid memang memiliki keutamaan tersendiri dalam Islam. Rasulullah mengatakan bahwa orang yang membangun masjid akan dibangunkan oleh Allah istana yang megah di surga.
Imam Besar Masjid Istiqlal, KH Nasaruddin Umar mengatakan, menara masjid bukanlah untuk gagah-gagahan. Pada zaman Rasulullah, menara masjid difungsikan untuk memantau kemakmuran masyarakat sekitarnya.
Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat masuk dalam kategori masjid dunia yang ramah lingkungan. Istiqlal dianggap sebagai pelopor masjid hijau di Indonesia karena penggunaan panel surya yang membantu menghemat ribuan ton emisi karbon dioksida per tahun.
Imam Besar Masjid Istiqlal, KH Nasaruddin Umar menyatakan penting bagi umat Islam untuk mewujudkan masjid ramah lingkungan. Masjid yang bersahabat dengan lingkungahn hidup akan meningkatkan kualitas ibadah.
Pengasuh Pondok Modern Tazakka, KH. Anang Rikza Masyhadi, M.A, menjelaskan peran pesantren dalam mencerdaskan bangsa, sebagaimana amanat Undang-Undang Dasar 1945. Pesantren menjadi basis terdepan dalam menggapai cita-cita Indonesia Maju.