Ada cerita unik menjelang shalat Maghrib dalam pertemuan tersebut. Usai berwudhu, Ustaz Abdul Somad mengaku sengaja langsung kumandangkan shalat agar tidak menjadi imam saat shalat Maghrib berjamaah.
Tantangan pengangguran 2025 kian nyata. Simak solusi strategis melalui pemberdayaan UMKM dan peran krusial HIMBARA dalam mewujudkan janji 19 juta lapangan kerja Presiden Prabowo.
Opini tajam Anwar Abbas menyoroti sejarah berulang intervensi Amerika Serikat di Venezuela. Benarkah motif penguasaan minyak di balik kejatuhan Maduro mirip skenario invasi Irak? Simak analisis selengkapnya di sini.
Refleksi mendalam bagi para pemimpin di pergantian tahun. Mengupas pentingnya evaluasi kebijakan, tanggung jawab moral kepada rakyat, hingga pertanggungjawaban di hadapan Tuhan. Temukan esensi kepemimpinan yang membawa berkah dan maslahat bagi bangsa.
Opini tentang kritik Dino Patti Djalal terhadap diplomasi Menlu Sugiono, pentingnya komunikasi publik, keterbukaan terhadap kritik, dan dampaknya bagi citra kepemimpinan nasional Indonesia.
Anwar Abbas desak Presiden terpilih Prabowo Subianto meninjau ulang kontrak SDA agar sesuai Pasal 33 UUD 1945 demi kedaulatan ekonomi dan kesejahteraan rakyat Indonesia.
Kerusakan hutan dan banjir bandang tak selalu disebabkan pembalakan liar. Pembalakan berizin juga berpotensi melanggar aturan dan memicu bencana jika pengawasan lemah dan tata kelola diabaikan.
Indonesia dinilai membutuhkan pengusaha yang tidak hanya cerdas mencari untung, tetapi juga memiliki nurani untuk menjaga lingkungan dan kesejahteraan pekerja. Pandangan ini disampaikan pengamat sosial ekonomi Anwar Abbas terkait maraknya bencana ekologis dan kesenjangan sosial.
Pesan Bung Hatta tentang kemakmuran rakyat kembali relevan di tengah angka kemiskinan 23,85 juta jiwa. Refleksi ini menyoroti hubungan rakyat dan pemerintah hari ini.
Anwar Abbas menyoroti ajakan taubat nasuha Cak Imin yang kembali diingatkan Bahlil. Keduanya dinilai saling menguatkan evaluasi kebijakan dan tanggung jawab moral pemerintah.
Banjir bandang kembali menelan ratusan korban jiwa. Pengamat Anwar Abbas menyebut bencana ini terjadi akibat ulah manusia, lemahnya pengawasan pemerintah, dan keserakahan pengusaha dalam mengelola kawasan hutan.
Anwar Abbas mendesak negara tegas menegakkan Pasal 33 UUD 1945 dan mendukung langkah Presiden Prabowo beserta jajaran dalam membenahi pengelolaan sumber daya alam agar kembali pada amanat konstitusi untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.