Pemberian insentif bagi pembeli kendaraan listrik menuai pro kontra sejumlah kalangan. Pertimbangannya belum ada urgensi untuk kebutuhan subsidi tersebut.
Menurut Mulyanto, pengguna motor dan mobil listrik relatif masyarakat kelas menengah dan atas. Dia menilai kalangan tersebut sama sekali tidak membutuhkan subsidi.
Said Abdullah meminta pemerintah mengkaji ulang rencana pemberian subsidi kendaraan listrik, baik mobil dan motor. Hal itu dikarenakan situasi ekonomi global pada 2023 yang tidak menentu.
Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian akan memberikan subsidi besar-besaran kepada pembeli kendaraan listrik. Namun hal ini dinilai belum ada urgensinya.
Pemerintah terus mendorong percepatan elektrifikasi kendaraan bermotor di Indonesia. Salah satu upaya yang dilakukan ialah dengan memberikan insentif kepada masyarakat yang akan membeli kendaraan listrik.
Pengamat kebijakan publik dari Universitas Trisakti, Trubus Rahadiansyah menilai rencana subsidi kendaraan listrik (electric vehicle/EV) tidak tepat kerena kondisi perekonomian Indonesia belum stabil akibat pandemi Covid-19 .
Agus menilai keputusan ini sangat penting lantaran sudah banyak negara lebih maju dalam penggunaan kendaraan listrik atau electric vehicle (EV). Hal itu juga seiring dalam upaya net zero emission.
Indonesia dan Jepang terus menjalin kerja sama dalam upaya pengembangan industri otomotif. Termasuk di dalamnya mendorong percepatan produksi kendaraan yang ramah lingkungan.
Kapuspen TNI Laksamana Muda TNI Kisdiyanto mengatakan kendaraan tersebut digunakan untuk mendukung kegiatan tugas pengamanan dan pengawalan terhadap para Kelapa Negara atau Kepala Pemerintahan.
Pengelola Masjidil Haram meluncurkan kereta listrik untuk pengunjung dan jamaah lansia. Kepresidenan Umum untuk Urusan Dua Masjid Suci mengatakan fasilitas baru tersebut dilengkapi dengan standar keamanan yang tinggi.