Buya Hamka dalam Tafsir Al Azhar menjelaskan, waktu Ashar bagi bangsa Arab adalah waktu berleha-leha. Sudah jadi kebiasaan masyarakat Arab kala itu nongkrong sore hari melepas kepenatan selepas beraktivitas seharian.
Bahasa Arab menjadi satu bagian dari eksistensi Islam dan asas komunikasi penyampaian dakwahnya. Meski menggunakan bahasa Arab, objek dakwah Islam tidak terbatas pada satu wilayah dan bersifat universal.
Nasihat dengan tutur kata yang monoton akan tidak terasa variatif dan tidak mampu menarik perhatian akal. Tapi, bila nasihat itu dituangkan dalam bentuk kisah akan lebih menarik dan meraih apa yang dituju.
Tidak ada alasan bagi umat muslim untuk tidak merenungi kandungan Al-Qur'an. Karena secara garis besar kandungan ayat al-Qur'an sangat jelas maknanya, dan mampu dicerna oleh semua kalangan.
Membaca al-Qur'an itu memiliki banyak manfaat dan keutamaan, salah satunya yakni akan menjadikan pikiran menjadi tenang. Karena Allah Ta'ala menurunkan al-Qur'an salah satunya sebagai syifa (obat) bagi hati.
Kata-kata asing yang ditemukan dalam Alquran tetap merupakan bagian dari bahasa Arab yang telah terserap. Hal ini memperjelas bahwa beberapa kata berasal dari non-Arab telah menjadi kata-kata Arab melalui penggunaan konstan.
Selain dari shalat, mengingat sambil menyebut nama Allah dapat dilakukan seacara perlahan-lahan atau lirih. Sebab Allah mendengar walaupun suara yang sehalus-halusnya, bahkan walaupun hanya kata hati.
Islam menawarkan solusi yang lebih jitu agar tolernasi dalam kehidupan umat beragama dapat tercapai sebagaimana yang tertuang dalam ayat terakhir Surat Al Kafirun.
Pakar tafsir Al-Qur'an KH Ahmad Bahauddin Nursalim menjelaskan bahwa alif lam mim dan frasa sejenis dalam Al-Qur'an bukanlah kata-kata yang tidak memiliki makna. Namun ia bisa dikaji dan dipahami maknanya.
Dalam Islam, wisata merupakan hal yang dianjurkan untuk mesyukuri nikmat Allah dan mentadabburi kemegahan ciptaan-Nya. Seorang muslim hendaknya memperhatikan tuntunan syariat ketika darmawisata.
Sebagian komunitas Yahudi dan Nasrani pada zaman Rasulullah enggan mengikuti ajaran Islam kecuali Nabi menerima beberapa kompromi mengenai masalah agama.
Gempa bumi, gunung meletus, dan tsunami merupakan fenomena ilmiah yang disebabkan oleh gerakan lempengan bumi. Dalam Alquran, terdapat setidaknya tiga ayat yang berkaitan dengan prinsip dasar tektonik lempeng.