Era informasi membuat banyak orang mencoba memahami Al-Qur'an. Banyak pula yang menafsirkan dengan pemahaman sendiri sehingga melahirkan pemaknaan yang keliru.
Dikutip 'Pengantar Studi Ilmu Al-Qur'an' karya Syaikh Manna Al Qaththan, ada dua cara penyampaian wahyu oleh malaikat kepada rasul. Pertama, datang dengan suatu suara seperti lonceng yang amat kuat sehingga mampu mempengaruhi kesadaran. Cara inilah yang paling berat bagi Rasul.
Penulisan tafsir Al-Qur'an terbanyak muncul dalam rentan masa abad ke-20. Pada awal abad ini bermunculan literatur tafsir yang ditulis ulama Tanah Air.
Beriman merupakan syarat utama menjadi pemuda hebat dalam pandangan Allah. Kalau sekadar hebat intelektual saja, itu hal biasa. Orang belum beriman pun bisa melakukan itu.
Quraish Shihab dalam Kitab Tafsir Al-Qur'an Al-Karim menjelaskan, pengulangan kata pada Al-Qur'an memiliki makna yang sedikit atau banyak berbeda dengan kata yang diulang.
Salah satu sifat kenabian yang ada pada Rasulullah Saw adalah sifat Istiqamah. Walaupun nabi digoda dengan berbagai hal bahkan dengan ancaman pembunuhan, nabi tetap berdakwah.
Ibnu Katsir menjelaskan, menurut salah satu pendapat, pernyataan malaikat tersebut berdasar pengalaman mereka yang pernah melihat makhluk, yang senang berbuat kerusakan dan pertumpahan darah. Mereka adalah kaum jin dan bunn (sekelompok jin), seperti disampaikan Qatadah.
Secara bahasa, sanad berarti sandaran, sedangkan secara istilah berarti rangkaian para periwayat hadits yang menghubungkan sampai kepada redaksi hadits.