Ilmuwan muslim di bidang fisika pada abad ke-11, Ibnu Haitsam, dikenal sebagai pencetus dasar fotografi. Penemuannya tentang dasar optik dan cahaya sangat bermanfaat hingga hari ini.
Kata-kata asing yang ditemukan dalam Alquran tetap merupakan bagian dari bahasa Arab yang telah terserap. Hal ini memperjelas bahwa beberapa kata berasal dari non-Arab telah menjadi kata-kata Arab melalui penggunaan konstan.
Sebelum era Rasulullah sudah ada peradaban yang berkembang, seperti Romawi, Persia, hingga Babilonia. Peradaban itu menjadi kiblat pendidikan pada masa itu. Namun, pada masa Baginda Nabi Muhammad SAW, tiba-tiba umat Islam tampil sebagai peradaban unggul di dunia.
Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi telah memungkinkan manusia melakukan perjalanan ke luar angkasa. Ratusan astronot telah menjelajahi luar angkasa sejak 1961. Setidaknya Sembilan dari mereka adalah muslim.
Dai kondang Ustadz Adi Hidayat (UAH) menegaskan, semua khazanah keilmuan yang ada saat ini merupakan warisan dari peradaban Islam. Hal tersebut bisa tercapai sebab merujuk kepad Al-Qur'an.
Sebelum teknologi berkembang seperti saat ini, sebagian besar konsep geografi di bumi dianggap sebagai sebuah imajinasi semata. Namun, pada abad ke-12, ilmuwan muslim bernama Al Idrisi memulai revolusi dalam bidang geografi.
Saya berpendapat bahwa ummat Islam tidak kurang dibanding yang lainnya dalam hal kemampuan. Kita memiliki pola pikir yang sama dan orang lain pun sama.
Kala itu budaya belajar umat Islam mengakar tanpa strata sosial. Tuan maupun budak sibuk belajar. Beberapa tuan bahkan mengajari budaknya sastra, sejarah, dan berbagai cabang ilmu lain.
Sejarah kopi ternyata pernah menjadi energi dalam peradaban Islam. Masyarakat Yaman mulai membudidayakan biji kopi sekitar abad ke-10, tapi ditemukan abad ke-7.
Raja Inggris, dalam suratnya meminta izin untuk putrinya dan anggota istana untuk belajar di Universitas Cordoba yang didirikan kekhalifahan Bani Umayyah di Andalusia.
Bayt Al-Hikmah merupakan salah satu tanda peradaban Islam pernah menjadi sentral ilmu pengetahuan dunia. Perpustakaan dan lembaga terjemahan tersebut dibangun pada masa Khalifah Harun Ar-Rasyid pada Abad ke-8 M.