Kisahnya bermula dari mimpi Nabi Ibrahim yang diperintahkan Allah untuk menyembelih putranya, Ismail. Maka Nabi Ibrahim pun menyampaikan mimpinya tersebut kepada anaknya.
Buya Yahya menjelaskan, mengundang pawang hujan termasuk dosa besar. Tindakan tersebut sama saja menyekutukan Allah, sebab kita sedang bersekutu dengan dukun.
Adapun dalam menyikapi sesajen, seorang muslim perlu meluruskan dan berdakwah dengan cara hikmah. Pada sisi lain, pemerintah perlu ikut bertanggung jawab untuk menjaga aqidah masyarakat.
Ia mengingatkan agar umat Islam tidak mengganggu suatu kepercayaan yang dianggap baik oleh masyarakat tertentu. Ia memberikan pandangan terhadap kejadian viral beberapa waktu lalu, saat seseorang yang menendang sesajen di Gunung Semeru.
Ia mengatakan antara ajaran pokok dan tujuan harus sering sejalan dan bersinergi antara satu dengan yang lain. Seseorang tidak boleh keluar dari koridor keimanan dan tujuan kehidupan hari akhir.
Buya Yahya kembali menegaskan bahwa sesajen adalah tradisi yang tidak ada dalam Islam. Apalagi seroang muslim mempersembahkan sesajen sebagai ritual agama lain.
Dalam Al-Qur'an, Allah tidak akan mengampuni perbuatan syirik yang dilakukan oleh hamba-Nya. Allah akan mengampuni pelaku syirik apabila mereka bertobat dengan sungguh-sungguh sebelum meninggal.