Orang-orang yang menemukan guru arogan tidak boleh menghardik apalagi menghinanya. Pasalnya, ada cara yang lebih baik dan pantas untuk menegur guru arogan tersebut.
Menurut Buya Yahya, hadis tersebut menyebutkan perempuan banyak menghuni neraka lantaran mereka sering mengeluh dan membantah suaminya. Namun, pemaknaan hadis tersebut tidak bisa sesimpel itu.
Kendati demikian, hal tersebut tidak berlaku bagi muslimah dengan uzur melahirkan atau menyusui. Sebab, sangat dimungkinkan uzur melahirkan dan menyusui membuat mereka tidak sempat mebayar utang puasa sampai pada Ramadan berikutnya.
Adapun bagi orang yang lupa jumlah bilangan utang puasanya mesti melakukan perhitungan dengan cara perkiraan. Sehingga ada angka atau jumlah utang puasa yang ditentukan untuk kemudian ditunaikan.
Buya Yahya mengingatkan agar kaum muslimin tak menghina maupun mencela orang-orang yang telah menjalani hukuman di dunia. Termasuk bagi orang yang harus menjalankan hukuman mati.
Buya Yahya memaparkan, kaidah hukuman yang diberikan Allah SWT kepada hamba-Nya yang berdosa dan ahli iman di dunia, maka pantang bagi Allah SWT menghukumnya dua kali.
Buya Yahya mengingatkan agar setiap pasangan bisa saling mengingatkan agar mendapatkan keselamatan bersama. Sehingga tidak boleh ada seseorang yang takut dengan pasangannya sendiri.
Di Indonesia yang mayoritas menggunakan Mazhab Syafi'i, melakukan salat gaib adalah boleh dan benar adanya. Bahkan, diimbau dan disunnahkan untuk mendapatkan pahala.
Para ulama memiliki cara tersendiri ketika menghadapi orang jahat atau usil. Mereka tak pernah menganjurkan apa lagi membalas kejahatan itu dengan kejahatan.
Pakaian terkena najis itu pun tidak boleh dicampur dengan pakaian lainnya yang tidak terkena najis. Sebab, najis tersebut bisa menyebar ke pakaian lain.