Ketua Badan Wakaf Gontor Dr. KH. Hidayat Nur Wahid (HNW), menerangkan dalam kondisi pandemi Covid-19 rumah semestinya bisa menjadi madrasah. Dan sangat memungkinkan bagi orang tua untuk menerapkan pendidikan ala pesaantren di rumah.
Orang tua harus berkolaborasi mendidik anak agar tumbuh menjadi hamba Allah Taala yang shalih dan shalihah. Mendidik anak merupakan perintah Al-Quran yang termaktub dalam surah At-Tahrim ayat 6.
Penuntut ilmu harus mengetahui tujuan dan target berbagai macam cabang ilmu, kemudian merencanakan untuk mengkaji seluruh cabang ilmu secara mendalam dan menguasainya jika waktu dan umurnya mencukupinya.
Konsultan Pendidikan Islam DR Dede Misbahul Alam menyebut ada substansi yang hilang dari pembelajaran jarak jauh atau belajar daring selama pandemi. Berikut penjelasannya.
Ffilosofi pendidikan yang ditanamkan Ki Hajar Dewantara mesti menjadi acuan agar subtansi pendidikan di masa pandemi tetap tercapai. sekali pun dalam sistem belajar daring.
Dewasa ini banyak guru yang tidak memahami tujuan sekolah, sehingga mengajar ala kadarnya saja, tidak memusatkan perhatian pada pertumbuhan karakter anak. Padahal semestinya tidak demikian.
Jalannya belajar daring menghilangkan banyak hal dari pembelajaran tatap muka, salah satunya adalah kualitas interaksi. Maka penting untuk memperbaiki kualitas interaksi dalam belajar daring.
Psikolog Universitas Airlangga membagikan cara kepada orang tua agar anak bisa selalu bahagia saat berada di rumah, terlebih di masa pandemi dimana setiap orang dituntut harus selalu di rumah.
Dalam fase tumbuh kembang anak, setiap orang tua pasti berharap anaknya kelak bisa menjadi anak yang tangguh dalam menghadapi setiap persoalan hidup. Berikut tips dari Psikolog Universitas Airlangga.
Guru Besar Departemen Geografi Pembangunan Fakultas Geografi UGM Prof Rijanta mengatakan, minat dan bakat anak harus digali sejak usia prasekolah. Termasuk dalam kemampuan spasial.