Baik orang Madinah maupun orang Mekkah terkejut melihat perilaku Nabi terhadap anak perempuan. Sebab orang Arab pada masa itu tidak terbiasa memperlakukan anak mereka seperti itu, apalagi pada anak perempuan.
Dulu, sosok beliau diabadikan dalam berbagai buku-buku sejarah. Namun seiring perkembangan teknologi, banyak seniman yang mengabadikan sejarah kehidupan Rasulullah secara visual dengan membuat film tentang beliau.
Penggagas Sekolabilitas yakni lembaga advokasi untuk kaum disabilitas, Muhammad Zulfikar Rakhmat, mengungkapkan bahwa Nabi Muhammad SAW merupakan tokoh pertama yang menggagas dan membela hak-hak kaum disabilitas.
Jika selama ini kita mengenal beberapa tempat yang masyhur, namun ternyata masih ada tempat lain yang sangat berkesan bagi baginda Nabi Muhammad SAW. Berikut daftar tujuh tempat tersebut.
Khadijah tak hanya mengorbankan harta untuk kepentingan dakwah. Tapi juga selalu mampu jadi penguat dan pelipur lara Rasulullah. Hal itulah yang membuat cinta beliau kepada sang istri sangat mendalam.
Rasulullah adalah tetangga yang baik bagi tetangga-tetangganya. Baik tetangga dekat maupun yang jauh. Dalam Islam, tetangga tidak hanya mereka yang tinggal bersebelahan dengan rumah kita. Tetapi selama itu terjangkau dengan jangkauan yang wajar.
Menurut Ustadz Abdul Somad berdasarkan penjelasan para ulama, kelahiran Nabi Muhammad SAW adalah nikmat dan karunia terbesar yang mesti diingat serta disyukuri oleh umat Islam.
Maulid Nabi dipopulerkan oleh Salahuddin Al-Ayyubi pada 1183 M (579 H) atas usulan saudara iparnya, Muzaffaruddin. Ini bertujuan untuk meningkatkan semangat juang pasukan muslim saat menghadapi Perang Salib untuk merebut Baitul Maqdis dan Masjidil Aqsha.
Rasulullah SAW pernah marah kepada Usamah bin Zaid, anak dari anak angkat yang sangat disayanginya. Usamah dalam satu perang membunuh seorang pria yang mengatakan bahwa dia adalah seorang Muslim yang putus asa. Pria itu membacakan dua kalimat syahadat setelah dipojokkan oleh Usamah.
Pengasuh LPD Al-Bahjah Cianjur, Ustadz Muhammad Nur, menguraikan penjelasan para ulama terkait mengapa hanya Nabi Ibrahim saja yang disebut dalam shalawat saat shalat.
Banyak sekali peristiwa yang menunjukkan cinta Rasulullah kepada anak-anak. Hal itu menunjukkan ketawadhuan dan akhlak beliau. Rasa sayang beliau tunjukkan kepada anak-anak, meskipun itu bukan anaknya, bukan cucunya.