Dalam dunia dagang atau bisnis, 14 abad yang lalu sebelum ada berbagai aplikasi yang ada seperti sekarang ini, sebelum ada perusahaan jasa di bidang logistik, Rasulullah SAW sudah melakukan bisnis secara internasional.
Menteri Sosial RI 2009-2014 ini menggarisbawahi pentingnya menghormati ulama dan santri karena mereka selalu hadir sepanjang sejarah Indonesia sebelum kemerdekaan.
Kemuliaan Nabi Muhammad SAW menurut Ustadz Ayub juga dirasakan para malaikat. Dalam sebuah kisah, ketika Allah memerintahkan Izrail untuk mengambil nyawa Rasulullah, malaikat pun merasa kikuk.
Menurut Wamenag, kepedulian antara lain tercermin dari misi kenabian untuk membebaskan umat dari ketertindasan, baik kemiskinan, kebodohan maupun keterbelakangan.
Ketua Umum PP Muhammadiyah memaknai maulid Nabi bagaimana praktik agama bukan hanya dalam kehidupan sehari-hari, namun juga dalam praktik kehidupan politik, ekonomi, budaya, dan kehidupan yang lebih luas di mana agama menjadi sumber nilai yang utama.
Imam Besar Masjid Istiqlal, Prof. Dr. KH Nasaruddin Umar, memaparkan 25 fungsi Masjid Nabawi pada masa Rasulullah SAW. Masjid kala itu tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah ritual saja, namun segala aktivitas sosial masyarakat hingga teknis pemerintahan.
Dengan keagungan dan kemuliaan Rasulullah, beliau juga dikenal sebagai seorang marketer yang cerdas dan beretika. Sifat-sifat itu pada saat ini menjadi dasar penting dalam marketing syariah atau spiritual marketing.
Ada hikmah besar dari masjid multifungsi pada era nabi. Masjid menjadi tempat peningkatan peribadatan individual maupun kolektif. Di masjid pula kerjasama-kerjasama strategis bisa dilakukan, seperti peningkatan ekonomi umat.
Pernyataan Islam tersebar dengan kekerasan tidak bisa dibenarkan. Ustadz Fahmi Salim menyebut, pada zaman Rasulullah terjadi 82 kali peperangan. Namun 60 tidak terjadi kontak fisik sama sekali atau tidak ada pertumpahan darah.
Carlyle menulis sebuah buku berjudul On Heroes, Hero-Worship, and The Heroic in History dan diganjar penghargaan Nobel. Di buku itu Carlyle menyebut bahwa Nabi Muhammad adalah Pahlawan dan menyebutnya sebagai Nabi terakhir.
Maulid Ad Dhiyaul Lami' bisa dibilang merupakan kitab maulid kontemporer sebab ditulis di era modern. Syair maulid ini digubah oleh Habib Umar bin Hafidz yang ahli dalam bidang bahasa dan sastra menulis maulid ini pada 1994 di Hadramaut, Yaman.
Ketua Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI), Prof. Dr. K.H. Hamid Fahmi Zarkasyi, menceritakan, Rasulullah SAW membangun peradaban Islam dengan tiga pilar yakni pendidikan, ekonomi, dan gerakan politik.