Allah SWT, menciptakan bumi dan seisinya dengan sendiri tanpa ada bantuan dari pihak lain. Serta menjaga seluruhnya untuk menunjukan bahwa Allah Maha Pencipta dan tidak ada yang patut disembah selain Allah.
Sebagai hamba Allah sudah seharusnya manusia selalu bersyukur atas rahmat Allah SWT. Rasa syukur tersebut bisa dilakukan dengan cara tawakal kepada Allah dan selalu menjadi pribadi positif yang berdampak bagi orang lain.
Anggota Dewan Hisbah PP Persis, Ustaz Amin Muchtar menjelaskan, Hari Kiamat tidak akan terjadi hingga umat Islam bertasyabuh atau menyerupai kaum kafir dalam cara hidup kaum Romawi dan Persia.
Masjid merupakan tempat suci yang sangat dicintai Allah SWT. Sebagai tempat ibadah dan mulia, masjid harus diisi dengan hal-hal positif dan Allah melarang perbuatan negatif sekecil apapun di masjid.
Berdasarkan tafsir Imam Ibnu Katsir pada ayat di atas, Ustaz Amin menjelaskan bahwa Allah SWT berfirman memerintahkan kepada Rasul-Nya untuk mengerjakan salat fardu dalam waktunya masing-masing.
Berdasarkan kajian tafsir Ibnu Katsir, Sekretaris Dewan Hisbah Pimpinan Pusat Persatuan Islam (PP Persis), KH Zae Nandang menjelaskan sesunggunya Allah Ta'ala menyatakan dzatNya bersih bagi Dia anak atau serikat dalam kerajaanNya.
Hukum yang tertuang dalan Al-Qur'an memiliki fungsi sebagai membatasi kaum mukmin dari sifat merugi yang bertujuan untuk kemaslahatan umat. Hukum juga disebut sebagai syariat karena guna menuntun ke jalan hidup yang lurus.
Allah SWT memberi petunjuk bagi seluruh makhluk hidup ciptaan-Nya. Dan Allah mengatur segala urusan yang Dia ciptakan. Hal tersebut tertuang dalam penggalan surat An-Nur ayat 35:
Menurut dia, upaya ini juga sebagai salah satu bentuk kecintaan umat muslim, kepada Nabi Muhammad Saw, sehingga kata Ustaz Syarief umat Islam mesti mentaati serta mengikuti sunnah-sunnahnya, termasuk ritual ibadah salat gerhana ini.
Tema yang akan diusung pada muktamar nanti adalah 'Memajukan Indonesia, Mencerahkan Semesta'. Ini dipilih untuk Muhammadiyah yang lebih maju dan terus berkontribusi besar bagi bangsa Indonesia.
KH Zae Nandang menuturkan, Allah akan memberi taubat kepada setiap mukmin yang kerap berbuat salah karena Allah Maha Pengampun dan Maha Penyayang. Kemudian Allah mensucikan kembali mereka.
Pada dasarnya Al-Qur'an merupakan petunjuk bagi manusia untuk keselamatan dunia dan akhirat. Oleh karena itu, sebaliknya, manusia harus berbangga dengan adanya Al-Qur'an sebagai petunjuk.