LANGIT7.ID, Jakarta - Setiap orang tentu pernah berbuat salah. Karena itu Allah SWT menurunkan aturan-aturan-Nya kepada setiap mukmin untuk ditegakkan di dunia. Karena itu, wajib bagi seluruh muslim untuk mentaati syariat-Nya.
Sebagaimana Allah berfirman dalam surat An-Nur ayat 20:
وَلَوْلَا فَضْلُ ٱللَّهِ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَتُهُۥ وَأَنَّ ٱللَّهَ رَءُوفٌ رَّحِيمٌ
Artinya: Dan sekiranya tidaklah karena kurnia Allah dan rahmat-Nya kepada kamu semua, dan Allah Maha Penyantun dan Maha Penyayang, (niscaya kamu akan ditimpa azab yang besar).
Berdasarkan tafsir Ibnu Katsir pada ayat di atas, Sekretaris Dewan Hisbah Pimpinan Pusat Persatuan Islam (PP Persis), KH Zae Nandang menjelaskan, jika Allah tidak menurunkan karunia-Nya kepada setiap mukmin berupa aturan dan syariat, maka dunia akan kacau balau tak terkendali.
Baca Juga: Tafsir Surat Al Anbiya Ayat 35: Tentang Ujian Hidup"Karena itu wajib memelihara syariat, (wajib memelihara) hukum-hukum Allah, karena jelas akan maslahat dan beres jika ditetapkan dengan hukum Allah," kata Kiai Zae Nandang dalam kajian tafsir Ibnu Katsir dikutip di kanal Persis TV, Ahad (6/11/2022).
Anggota Majelis Penasihat Persis ini menuturkan, Allah akan memberi taubat kepada setiap mukmin yang kerap berbuat salah karena Allah Maha Pengampun dan Maha Penyayang. Kemudian Allah mensucikan kembali mereka.
Selanjutnya, Allah SWT memiliki cara untuk menghapus dosa Hamba-Nya selain yang enggan bertaubat. Yaitu dengan memberikan hukuman yang setimpal atas perbuatan mereka sesuai dengan syariat Islam.
"Karena menyelesaikan masalah itu jika bukan Yang Maha Tahu biasanya akan tambah acak-acakan. Karena itu kembalikan kepada Allah, nanti Allah memberikan solusi dari persoalan," ujarnya.
Maka dari itu, setiap muslim wajib mentaati syariat Allah agar kehidupan berjalan dengan damai. Namun mereka yang melanggar ketentuan Allah tersebut akan mendapatkan ganjaran yang setimpal. Meski demikian, Allah akan menerima taubat seluruh hamba-Nya.
Baca Juga: AS Kutuk Insiden Penembakan Terhadap Imran Khan(zhd)