Dalam Islam, laki-laki maupun perempuan memiliki hak sama dalam memperoleh pendidikan. Tak heran, banyak ulama perempuan berkontribusi di dalam peradaban Islam.
Dalam Islam, laki-laki maupun perempuan memiliki hak sama dalam memperoleh pendidikan. Ada banyak ulama perempuan yang berkontribusi di dalam peradaban Islam.
Gus Dur tak pernah menamatkan kuliahnya. Namun siapa sangka, sosok Presiden keempat RI itu ternyata mengoleksi 10 gelar honoris causa dari universitas ternama dunia. Hal itu membuktikan kejeniusan seorang Gus Dur.
Nama Syekh Daud Abdullah Al-Fathoni barangkali kurang akrab di telinga masyarakat Indonesia. Namun ternyata Ulama asal Negeri Gajah Putih ini memiliki pengaruh signifikan tak hanya di Nusantara namun hingga ke Tanah Suci.
Perjuangan dakwah di Indonesia tak dapat dilepaskan dari peranan Partai Masyumi dan para tokoh di dalamnya seperti Mohammad Natsir, KH Hasyim Asyari, Ki Bagus Hadikusumo, dan Syafrudin Prawiranegara.
Buya Hamka masyhur sebagai ulama dam sastrawan. Selain itu, beliau juga merupakan pahlawan nasional yang dahulu ikut memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.
Pemerintah melalui Dewan Gelar dan Tanda Kehormatan menetapkan pejuang asal Banten, Raden Aria Wangsakara, sebagai Pahlawan Nasional. Raden Aria Wangsakara dikenal sebagai tokoh pendiri Tangerang sekaligus ulama kharismatik juga sebagai tokoh sentral perlawanan terhadap penjajah Belanda.
Tak banyak yang tahu ternyata ulama kharismatik almarhum KH Maimoen Zubair lahir bertepatan dengan peristiwa sumpah pemuda atau kongres pemuda pada 28 Oktober 1928.
Masyarakat mengenal KH Hasyim Asyari sebagai pimpinan pertama Ormas Islam terbesar di Indonesia, Nahdlatul Ulama (NU). Namun ternyata KH Hasyim Asyari bukan satu-satunya pimpinan NU di masa awal berdirinya.
Siapa sangka, shalawat yang populer dilantunkan di banyak negara ini digubah oleh seorang ulama dari Indonesia. Ia digubah oleh KH Ali Mansur dari Banyuwangi dan dipopulerkan Habib Ali Kwitang untuk melawan PKI.
Ada Kiai nyentrik dari Rembang yang telah lama wafat namun masih diingat banyak orang, beliau adalah Mbah Hambali. Beliau dikenal tidak hanya nyentrik tapi juga mengambil peran mengasuh orang-orang frustasi jadi santrinya.
KH Imam Yahya Mahrus adalah salah satu figur kiai yang cukup nyentrik. Saking rendah hatinya, meski ia seorang Rektor dan Pendiri Pesantren namun tak segan mencabuti rumput dan bergaul dengan kuli.