Banyak orang yang lupa negaranya telah merdeka, tapi dirinya sendiri telah menjadi terjajah. Bukan oleh Belanda, tapi penjajahan yang datang daripada sifat-sifat yang lemah, tutur Buya Hamka
Jika melihat ulama terdahulu seperti Ibnu Khaldun, Ibnu Sina, Ibnu Rusyd, Al Kindi hingga Imam Al Ghazali. Mereka adalah para ulama yang tidak hanya menguasai cabang-cabang ilmu agama semata. Tapi juga menguasai lintas disiplin keilmuan seperti filsafat, sains, matematika, logika hingga astronomi.
Syekh Abdurrauf As-singkili adalah seorang ulama besar Aceh yang terkenal. Ia memiliki pengaruh yang besar dalam penyebaran agama Islam di Sumatera, Nusantara dan Asia Tenggara pada umumnya. Ia juga mempelopori penulisan Tafsir Al-Qur'an di Nusantara.
Indonesia memiliki banyak ulama mufassir ternama. Jauh sebelum berdirinya Republik Indonesia, ulama-ulama sudah menelurkan berbagai macam mahakarya kitab tafsir Al-Qur'an. Bahasa yang digunakan pun beragam dari bahasa Melayu, bahasa Jawa, bahasa Sunda hingga bahasa Bugis.
Tingkat literasi Indonesia berada di ranking 62 di antara 70 negara, sangat rendah. Semestinya kita bisa meneladani Buya Hamka yang cinta membaca sejak dini, menulis buku best seller di usia 20 tahun dan menulis puluhan karya termasuk kitab tafsir Al-Qur'an yang dijadikan banyak rujukan.
Menurut Pengajar Filsafat Rocky Gerung, Hamka adalah simbol moral untuk mengevaluasi bangsa, Pemikiran, integritas dan karyanya yang bermuara dari tauhid menjadi cerminan untuk memperbaiki keadaan bangsa Indonesia hari ini.
Rektor INAIFAS Jember, Gus Rijal Mumazziq Z, M.HI mengatakan Indonesia tak hanya menyimpan kekayaan sumber daya alam yang melimpah. Namun di negeri ini, juga kaya sumber daya manusia yakni hidup ribuan ulama dengan kapasitas keilmuan yang tak bisa diremehkan.
Wartawan LANGIT7.ID Muhajirin berkesempatan mewawancarai Dosen Institut Agama Islam Darullughah Wadda'wah (Dalwa) Bangil, Dr (Cand) Ahmad Kholili Hasib, M.Ud, membahas tentang sejarah dan sepak terjang Habaib atau Alawiyyin di Nusantara. Terutama peran mereka dalam menyebarkan agama Islam di Tanah Air.
Sebutan Habaib atau habib adalah sebutan antropologis untuk orang-orang Hadramaut yang merupakan keturunan Nabi Muhammad SAW dari jalur Sayyidina Husein bin Ali. Asal mula keturunan Nabi Muhammad di Indonesia diawali migrasi keturunan Sayyidina Husein di Hadramaut dari jalur seorang ulama bernama al-Imam as-Sayyid 'Alwi bin Ubaidillah bin Ahmad al-Muhajir.
Belanda melakukan segala upaya untuk memecah belah dan mengadu domba umat Islam di Indonesia. Beruntung umat Islam memiliki jejaring sosial, intelektual dan spiritual yang kuat yakni mata rantai sanad ulama Nusantara.
Salah satu yang melegenda dari perjuangan mempertahankan kemerdekaan di Surabaya adalah pekik takbir dari Bung Tomo. Takbir ini membangkitkan semangat juang arek Suroboyo melawan penjajah.
Ki Bagus Hadikusumo adalah seorang pahlawan nasional yang punya peran besar bagi bangsa Indonesia. Ia adalah Ulama Muhammadiyah yang memiliki andil besar dalam penyusunan Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945.
Salah satu kelebihan ulama di Nusantara adalah memiliki terobosan inovatif dalam berdakwah. Dalam konteks sejarah pesantren di Indonesia yang mengakar sejak era Walisongo, para kiai selalu inovatif, baik dalam pendidikan maupun dakwah.