Belanda melakukan segala upaya untuk memecah belah dan mengadu domba umat Islam di Indonesia. Beruntung umat Islam memiliki jejaring sosial, intelektual dan spiritual yang kuat yakni mata rantai sanad ulama Nusantara.
Salah satu yang melegenda dari perjuangan mempertahankan kemerdekaan di Surabaya adalah pekik takbir dari Bung Tomo. Takbir ini membangkitkan semangat juang arek Suroboyo melawan penjajah.
Ki Bagus Hadikusumo adalah seorang pahlawan nasional yang punya peran besar bagi bangsa Indonesia. Ia adalah Ulama Muhammadiyah yang memiliki andil besar dalam penyusunan Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945.
Salah satu kelebihan ulama di Nusantara adalah memiliki terobosan inovatif dalam berdakwah. Dalam konteks sejarah pesantren di Indonesia yang mengakar sejak era Walisongo, para kiai selalu inovatif, baik dalam pendidikan maupun dakwah.
Pakar Sejarah Islam, Ustadz Budi Ashari, menegaskan, para ulama memerdekakan bangsa Indonesia dari tangan penjajah dengan ilmu dan syariat Islam. Umat Islam terlebih para ulama, memiliki andil besar dalam perjuangan merebut kemerdekaan.
Tak sedikit tokoh Muhammadiyah yang tumbuh dalam tradisi Islam tradisional atau Nahdliyin. Salah satunya adalah KH Mas Mansyur, tokoh Muhammadiyah di masa kemerdekaan yang merupakan pahlawan nasional.
Rektor Institut Agama Islam Al Falah Assunniyah (INAIFAS) Jember Gus Rijal Mumazziq Z, M.HI menegaskan bahwa hormat kepada bendera merah putih dan menyanyikan lagu Indonesia Raya sama sekali bukan perbuatan syirik. Justru hal itu adalah bentuk syukur kepada Allah SWT.
Perlawanan ulama dan santri terhadap penjajah sudah berlangsung berabad-abad, namun semakin mengkristal pasca Perang Dunia I. Di antaranya melalui pengorganisiran ide kemerdekaan, keislaman dan kebangsaan.
Para santri menanam 76 biji pala di kompleks pesantren sebagai manifestasi rasa syukur. Penyemaian itu juga memiliki landasan historis dan filosofisnya tersendiri.
Pangeran Diponegoro dikenal sebagai tokoh sentral yang melawan Belanda dalam perang Jawa. Namun banyak yang tahu jika beliau merupakan sosok ulama yang menjadi guru para bangsawan.
Lambang Negara yakni Garuda Pancasila dirancang oleh seorang Sultan yang merupakan zuriah Nabi Muhammad SAW, beliau adalah Sultan Hamid II, Menteri Negara sekaligus Sultan Kesultanan Pontianak.
Masyarakat Surabaya kembali kehilangan ulama terbaiknya. Ulama sekaligus intelektual Guru Besar Maqashid Syariah UIN Sunan Ampel Surabaya, Prof DR KH Ahmad Imam Mawardi berpulang ke Rahmatullah.
H Mutahar pencipta lagu kebangsaan Hari Merdeka adalah seorang Sayyid keturunan Nabi Muhammad SAW. Ia juga dikenal sebagai pejuang kemedekaan, Bapak Pramuka hingga pendiri Paskibraka.