Pengasuh Ponpes Al-Bahjah, Buya Yahya, menjelaskan, orang tua atau wali santri tidak boleh gegabah mengambil tindakan. Ada rambu-rambu yang mesti dilewati.
Status kerasulan tidak dicapai dengan usaha manusia, melainkan dipilih langsung oleh Allah. Beliau sejak awal sudah dipersiapkan agar memiliki karakter kuat.
Mengajarkan bayi menggunakan tangannya untuk berbicara adalah yang penting untuk dapat berkomunikasi dengan ayah ibunya. Sehingga orang tua bisa mengetahui apa yang diinginkan sang buah hati.
Kecanduan teknologi bisa memberi dampak luar biasa kepada anak, terlebih jika orang tua tidak peduli. Keberadaan orang tua mutlak dibutuhkan untuk pengendalian.
Mengancam dan menakuti-nakuti anak adalah pola asuh yang banyak ditemui dalam keseharian. Biasanya cara ini digunakan orang tua saat anak tidak mematuhi atau menuruti perintah.
Komunikasi dan diskusi dalam mengurai masalah menjadi salah satu tameng keluarga yang tangguh. Dalam bahasa agama Islam, kondisi itu disebut keluarga sakinah.
Orang tua harus memahami kalau pendidikan anak usia dini sangat penting. Anak harus diberikan pendidikan terbaik. Sebab, anak di usia itu sedang memiliki golden age.
Seperti yang diajarkan Rasulullah SAW dengan menekankan prinsip memberi. Sangat penting bagi orang tua untuk mengajarkan konsep sedekah pada anak-anak.
Tidak ada definisi baku dalam menjabarkan pola asuh yang baik. Setiap orang tua memiliki caranya sendiri. Namun, bagi orang tua Muslim, khususnya seorang ibu, hal ini menjadi dua kali lipat lebih sulit karena harus menyesuaikan perkembangan modern dengan ajaran Islam.
Waktu ideal memasukkan anak ke pondok pesantren adalah 12 tahun ke atas, setelah lulus sekolah dasar (SD). Ia menjelang baligh dan anak dianggap sudah mandiri.
Cara efektif mendidik anak adalah mengajaknya mengobrol, meski hanya sebentar. Mengontrol emosi juga sangat penting. Emosi orang tua bisa menular kepada anak.