Pengasuh Pondok Pesantren Al-Bahjah, Buya Yahya, membeberkan tiga yang mesti diperhatikan oleh orang tua yang kurang memiliki ilmu agama dalam mendidik anak.
Berbakti kepada orang tua merupakan akhlak seorang anak kepada sosok yang telah melahirkan dan membesarkannya. Keutamaannya sama dengan berjihad di jalan Allah.
Mengajak anak untuk dapat berpuasa penuh selama Ramadhan bukanlah hal yang mudah. Terlebih di usia mereka yang masih banyak beraktivitas dan lingkungan yang terkadang berpotensi membuat anak-anak membatalkan puasanya.
Beda halnya dengan 30 tahun lalu, ketika orang tua lahir teknologi masih menjadi hal yang asing. Derasnya arus informasi pun membuat orang tua bingung, pola asuh seperti apa yang tepat untuk anak-anaknya.
Ketika mengajari anak berpuasa, ada rambu-rambu yang mesti diketahui orang tua. Misalnya tak terlalu memaksakan anak berpuasa, atau tak mengajari sama sekali.
Imbau anak dengan rasa senang. Kalau anak berpuasa hanya karena mengharap hadiah sepeda dari orang tua, maka bagi anak itu ibadah yang belum bisa dinikmati.
Akidah merupakan pondasi dan dasar dalam agama. Sementara akhlak merupakan norma atau aturan mengenai sopan santun yang didasarkan atas aturan agama Islam.
Pakar parenting nabawiyah, Ustadz Budi Ashari, menilai kisah pernikahan Nabi Musa dengan salah seorang wanita Madyan patut menjadi inspirasi bagi para pemuda.
Ibarat pedang bermata dua, teknologi memiliki dampak positif sekaligus negatif untuk penggunanya. Bila tak bijak dalam menggunakan teknologi, niscaya mudarat atau kerugian yang didapat.
Ustadz Dzulqarnain menjelaskan, hal utama yang harus ditekankan bagi anak-anak adalah cara membaca Alquran dengan baik dan benar, terutama bagi usia 4-12 tahun.
Disunnahkan memberi kelonggaran pada anak, yang dalam konteks ini mumpung tahap pertumbuhan mereka belum sampai pada kondisi mukallaf (terkena kewajiban).
Imran bin Matsan bukan seorang nabi, namun namanya tertulis sebagai salah satu surah dalam Al-Qur'an. Ia dan keluarganya mendapat tempat mulia di sisi Allah.