Ketika kekayaan membuat manusia merasa berjasa atas segala keberhasilan, lalu menurunkan empati sosial. Para ilmuwan menyebutnya Qarun effect, sebuah gejala psikologis yang telah dikisahkan Al-Quran sejak ribuan tahun lalu.
Di Milad Muhammadiyah ke-113 yang diselenggarakan PWM DKI Jakarta, Abdul Muti mengajak jamaah meninjau kembali siapa manusia dalam pandangan Al-Quran: jasad, akal, dan martabat yang harus bertumbuh serempak di tengah tantangan zaman.
Perayaan Milad ke-113 Muhammadiyah yang digelar Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DKI Jakarta dipadati ribuan warga. Lebih dari dua ribu kursi yang disediakan panitia terisi penuh sejak pukul enam pagi.
Mengapa ilmu harus ditulis? Kata Imam Syafii, tulisan adalah ikatan ilmu. Para ulama seperti Ibnu Hajar dan Al-Khatib al-Baghdadi menegaskan bahwa mencatat adalah ibadah yang menjaga ilmu agar tidak hilang. Bahkan Einstein menekankan pentingnya menulis untuk mengingat.
Kekayaannya tak tertandingi. Namun Qarun tenggelam bukan karena hartanya, melainkan cara ia memaknai nikmat. Al-Quran menuturkan tragedi seorang konglomerat Bani Israil yang ambruk oleh kesombongannya sendiri.
Syukur bukan sekadar kata alhamdulillah. Quraish Shihab membaginya jadi tiga laku yang saling terkait: batin, ucapan, dan tindakan. Dari Al-Quran hingga riset psikologi modern, syukur ternyata kerja panjang manusia.
Al-Quran menegaskan: syukur tak menambah apa pun bagi Tuhan. Lalu kepada siapa kembali manfaat syukur? Para mufasir hingga psikolog modern menemukan jawabannya pada manusia itu sendiri.
Di bawah kepemimpinan Khalifah Utsman bin Affan, pasukan Muslim untuk pertama kali menantang dominasi Bizantium di laut. Dalam gelombang yang memerah, lahirlah era baru: Islam sebagai kekuatan maritim.
Syukur bukan sekadar ucapan terima kasih atau lega saat selamat dari bahaya. Dalam Al-Quran, ia adalah kesadaran menampakkan nikmat dan menggunakannya secara tepat: kunci bertambahnya karunia.
Di tengah kesalahpahaman bahwa nikah hanyalah untuk pemenuhan syahwat dan regenerasi, Al-Quran menegaskan ikatan itu lebih luhur: ketenteraman, mawaddah, rahmah, dan mandat membangun peradaban.
Temukan makna rezeki yang datang tepat pada waktunya melalui renungan penuh ketenangan ini. Artikel ini mengingatkan bahwa rezeki tidak selalu berupa materi, namun bisa hadir sebagai kesehatan, ketenangan hati, dan pertolongan Allah dari arah yang tak disangka. Bacaan malam yang menenangkan dan menyentuh hati.
Islam adalah agama yang turun untuk memudahkan umat manusia. Salah satu buktinya yaitu kemudahan dalam beribadah. Kemudahan beribadah diterangkan dalam Al-Qur'an surah Al-Baqarah ayat 185.
Ia memimpin laut tanpa kehilangan satu kapal pun. Doanya menjaga pasukan, namun maut datang saat ia sendirian. Sejarah mencatat Abdullah bin Qais sebagai laksamana pertama Islam yang gugur jauh dari medan perang.
Di tengah perubahan peran gender dan tekanan sosial-modern, kepemimpinan suami dalam keluarga kembali dipersoalkan. Al-Quran menetapkannya sebagai amanah besar, bukan privilese yang bebas dari tanggung jawab.
Di tengah meningkatnya perceraian dan rapuhnya ikatan keluarga, perkawinan kembali ditinjau sebagai ruang spiritual dan sosial yang disangga cinta, mawaddah, rahmah, dan amanah sebagai perekat yang tak lekang.
Ekspedisi Muawiyah ke Siprus kerap dibaca sebagai kemenangan laut pertama Islam. Namun riwayat yang berlapis memunculkan tanya: siapa sebenarnya memimpin armada, dan apa motif di balik perang tanpa pertempuran itu?
Ayat poligami kerap dibaca sebagai izin tanpa syarat. Namun sejarah, konteks sosial, dan tafsir ulama menunjukkan bahwa pintu itu hanya celah daruratsempit, berat, dan tak mudah dilalui.
Larangan dan kebolehan kawin beda agama dalam Islam lahir dari pertimbangan iman, harmoni keluarga, hingga stabilitas sosial. Tafsir ulama memperlihatkan betapa rumitnya batas antara akidah, budaya, dan kebutuhan manusia.
Renungan tentang sabar dan kekuatan doa saat harapan terasa jauh. Penjelasan makna penundaan dari Allah, lengkap dengan ayat Al-Quran dan hadis, mengingatkan bahwa doa yang tulus tak pernah hilang dan selalu menunggu waktu terbaik untuk dikabulkan.
Kisah lahirnya armada laut pertama dalam sejarah Islam bukan sekadar catatan militer. Ia adalah momentum perubahan strategi, politik, dan imajinasi bangsa Arab ketika kekuasaan maritim Rumawi mulai runtuh.