LANGIT7.ID, Jakarta - Pimpinan Pusat Persatuan Islam (PP Persis) tak setuju dengan wacana penundaan pemilu 2024. Realisasi gagasan penundaan Pemilu 2024 hanya akan menimbulkan lebih banyak mudarat daripada maslahat.
Wakil Ketua Umum PP Persis, KH Jeje Zaenuddin mengatakan, penyelenggaraan Pemilu memang domain negara dan para politisi. Namun, karena terkait dengan hak politik seluruh warga, maka wajar jika wacana itu mendapat respons Ormas Islam.
PP Persis memahami kesulitan finansial yang dihadapi pemerintah untuk menyelenggarakan pemilu serentak. Pesta demokrasi lima tahunan itu akan memakan biaya yang sangat besar dengan kondisi perlambatan ekonomi akibat Covid-19.
Baca Juga: AHY Tegaskan Demokrat Tolak Wacana Pengunduran Pemilu 2024“Namun, saya berpendapat bahwa mengatasi kesulitan penyediaan anggaran Pemilu risikonya bisa lebih kecil jika dibanding dengan risiko dan bahaya jika Pemilu ditunda,” kata Kiai Jeje dalam pesan tertulis kepada
Langit7.id, Kamis (3/3/2022).
Sebagaimana dikemukakan para pakar hukum tatanegara bahwa penundaan pemilu dapat menimbulkan kaos karena hilangnya legitimasi pemerintah. Bahkan lebih jauh lagi bisa terjadi pembangkangan rakyat karena menganggap pemerintah sudah tidak sah.
Baca Juga: Ide Tunda Pemilu 2024, Rampas DemokrasiPP Persis menilai, kekurangan anggaran dapat diatasi dengan membatasi anggaran pembangunan infrastruktur dan anggaran pembangunan lainnya. Sedangkan risiko kemungkinan terjadinya kekacauan sosial sangat mahal untuk dibayar.
“Oleh sebab itu lebih baik dan bijak mempertimbangkan risiko yang lebih besar dari penundaan pemilu itu. Sehingga dengan tetap menyelenggarakan pemilu tepat waktu tercipta kemaslahatan umat dan bangsa sampai masa yang akan datang,” kata pendiri Pesantren An-Nahla Al-Islamiy ini.
Baca Juga: Denny Indrayana: Penundaan Pemilu 2024 Pelecehan Konstitusi(zhd)