Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Sabtu, 18 April 2026
home global news detail berita

Ketika Ulama Mendekati Penguasa

Jaja Suhana Sabtu, 12 Maret 2022 - 04:05 WIB
Ketika Ulama Mendekati Penguasa
Ilustrasi. (Foto: Langit7.id/iStock)
LANGIT7.ID, Jakarta - Ulama merupakan tempat bertanya dan meminta nasihat bagi kaum muslimin. Oleh karena itu, ulama memiliki kedudukan yang tinggi di sisi Allah SWT.

Namun, ketika seorang ulama mendekati penguasa dengan maksud mendapatkan akses kemudahan, maka itu menjadi kurang patut. Seharusnya pemimpinlah yang mendatangi ulama. Sebagaimana sabda Nabi Muhammad Saw: "Ulama paling buruk adalah yang mengunjungi penguasa dan penguasa paling baik adalah yang mengunjungi ulama."

Baca juga: Noor Saadeh, Musisi Klasik Mualaf yang Berdakwah Lewat Pendidikan

Aktivis dan cendikiawan muda, Yudi Latif mengatakan hadis di atas seharusnya dimaknai secara alegoris. Maksudnya hadis di atas bermakna kiasan untuk menyatakan maksud lain yang lebih esensial.

"Menurut Jalaluddin Rumi, bukan berarti ulama (ilmuwan) tak boleh memasuki istana (kekuasaan), melainkan tak sepatutnya mempersembahkan ilmu pada kekuasaan, sehingga daulat kebenaran ilmu diperbudak ambisi materi dan jabatan," ujar Yudi Latif, dikutip dari Instagram pribadinya @yudi.latif, Jumat (11/3/2022).

Penulis buku "Negara Paripurna: Historis, Rasionalitas, Aktivitas Pancasila itu menjelaskan, seorang ulama hendaknya menghias dirinya dengan ilmu bukan untuk menarik perhatian para penguasa, melainkan semata demi Kebenaran (Al-Haq).

Baca juga: Pesantren Kreatif iHAQi, Ajari Santri Hadapi Tantangan Zaman

Jika perilakunya sesuai dengan jalan yang benar dan jadi karakternya, maka dia tidak akan melakukan sesuatu selain demi Kebenaran. Seperti ikan yang tak mampu hidup dan tumbuh kecuali di air.

"Orang alim seperti itu benar-benar memiliki akal yang dapat mengontrol dirinya. Kemilau cahaya ilmunya memberikan manfaat bagi umat termasuk juga penguasa," katanya.

Baca juga:

Imam Ad-Dirouty, Ulama Penjual Buah yang Lantang di Depan Penguasa

Keutamaan Niat dan Sahur saat Ramadhan, Ini Pandangan Buya Yahya


(asf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Sabtu 18 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:03
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)