LANGIT7.ID, Jakarta - Karakter lemah lembut sangat berkaitan erat dengan perempuan. Hal inilah yang terkadang dimanfaatkan oleh orang tidak bertanggungjawab untuk melakukan aksi mereka yang merugikan perempuan, salah satu tindakannya yakni
pelecehan seksual.
Pelecehan seksual ini kerap dialami perempuan baik di tempat umum maupun tempat sepi. Hal ini jika dibiarkan secara terus menerus tentunya membuat kaum wanita merasa tidak aman dalam menjalani hidup.
Menyadari ini,
Habib Abdurrahman Al Habsyi atau akrab disapa Ustadz Rahman memberikan beberapa pesan agar seseorang terhindar dari ancaman pelecehan seksual, dan perempuan bisa bebas dalam beraktivitas.
Baca Juga: Solusi Islam Cegah Kejahatan Seksual: Jaga Iman dan Pandangan
Pertama, teruntuk para wanita sebaiknya dalam menjalankan kehidupan jalanilah seperti tuntunan syariat Islam. Karena, menurut dia segala sesuatu yang terjadi tentu ada penyebabnya, begitupun pelecehan seksual.
"Pelecehan itu terjadi bisa saja salah satu penyebabnya adalah ketika para wanita menggunakan pakaian yang serba terbuka atau mengumbar aurat," ujar Ustadz Rahman kepada Langit7.id, Jumat (3/6/2022).
Kemudian, berusahalah untuk menjaga pergaulan. Pergaulan yang sangat bebas dan tidak terkontrol bisa mengarah pada pelecehan seksual.
Sebenarnya, tambahnya pelecehan seksual itu tidak hanya sekedar perbuatan tapi juga lewat perkataan. Ketika ada candaan-candaan di ruang kerja yang mengarah ke sana itu sudah termasuk pelecehan.
Ketika candaan-candaan tersebut berlangsung di ruang kerja antara laki-laki dan perempuan, dan mereka bukan muhrim maka sudah mengarah kepada pelecehan seksual secara verbal. Jika itu dibiarkan dan tidak berusaha untuk dihindarkan maka akan mengarah kepada tingkatan pelecehan berikutnya.
"Sering sekali terlihat di sebuah instansi yang biasanya para wanita tersebut cukup mampu menjaga harga dirinya kemudian karena lingkungan di kantor begitu bebas terkadang lewat pembicaraan atau percakapan, itu bisa saja menjadi pelecehan," ucapnya.
Maka itu, sebaiknya masing-masing menjaga sikap, agar tetap mengikuti tuntunan agama khususnya di bidang moralitas.
Baca Juga: Tafsir An Nur Ayat 30: Peringatan Kepada Laki-laki untuk Jaga Pandangan
"Jadi bagaimana kita membahas mengenai konsep hawa nafsu atau syahwat dari dimensi akidah, syariat dan lainnya. Syahwat itu menjadi fitrah manusia, namun bisa disalurkan lewat syariat dengan cara menikah," tuturnya.
Lebih lanjut, Ustadz Rahman berkata agama Islam itu terdiri dari 4 dimensi yakni aqidah (iman), syariat (aturan dan hukum Islam), akhlak (tingkah laku) dan muamalah (mengatur manusia bertindak sesuai syariat).
"Jadi sebenarnya 4 dimensi ini jika dijalankan oleh umat muslim secara baik dalam kehidupannya, maka mereka akan mampu menjaga diri sendiri sehingga tidak terjebak hal-hal buruk, salah satunya praktek pelecehan seksual," pungkas Ustadz Rahman.
(jqf)