LANGIT7.ID, Jakarta - Sepuluh hari pertama Dzulhijjah dikenal dengan istilah
al-‘Asyra al-Awali. Umat Islam dianjurkan memperbanyak amal shalih dan dzikir kepasa Allah di waktu-waktu yang penuh keutamaan ini.
Pada bulan ini, Islam disempurnakan, haji ditunaikan, darah-darah kurban ditumpahkan (
udhhiyyah), muktamar umat Islam terbesar (Arafah) dilaksanakan, simbol setan diperangi (
ramyu jamarat), kasih sayang diperjuangkan (
Sa’i), menuju Allah yang diistiqamahkan (
Thawaf).
Rasulullah pun memerintahkan umatnya untuk memperbanyak kebaikan pada sepuluh hari pertama Dzulhijjah. Beliau bersabda:“Tidak ada hari yang amal shalih lebih dicintai oleh Allah daripada hari-hari yang sepuluh ini.”
Para sahabat bertanya: “Apakah lebih baik daripada
jihad fii sabilillah?” Beliau bersabda, “Iya. Lebih baik daripada
jihad fii sabilillah, kecuali seseorang yang keluar berjihad dengan harta dan jiwa raganya kemudian dia tidak pernah kembali lagi (mati).” (HR Bukhari)
Baca Juga: Perbedaan Waktu Idul Adha, Ikut Pemerintah atau Arab Saudi?
Janji Rasulullah bukan sekadar untuk dibaca saja, tapi untuk diamalkan. Nah, Berikut ini amalan-amalan yang bisa dilakukan sepuluh hari pertama Dzulhijjah:
1. Puasa ArafahSelain anjuran puasa Arafah pada 9 Dzulhijjah, umat Islam juga dianjurkan memperbanyak puasa pada hari sebelumnya yakni 1-8 Dzulhijjah. Pada 9 Dzulhijjah bertepatan dengan jamaah haji wukuf di Arafah.
Rasulullah SAW bersabda, “Puasa Arafah dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang. Puasa ASyura (10 Muharram) akan menghapuskan dosa setahun yang lalu.” (HR Muslim)
2. KurbanKurban merupakan ibadah yang disyariatkan setahun sekali dilaksanakan pada Dzulhijjah. Waktu pelaksanaan ibadah kurban dimulai 10 Dzulhijjah setelah melaksanakan shalat Idul Adha, lalu dilanjutkan pada hari tasyrik (11, 12, dan 13 Dzulhijjah).
Syaikh Wahbah Al-Zuhaili dalam Kitab Al-Fiqh Al-Islami wa Adillatuhu mengatakan, “Para ulama sepakat waktu utama menyembelih hewan kurban adalah hari pertama sebelum matahari tergelincir (sebelum duhur), karena hal itu sunah.”
Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa yang shalat seperti kita shalat, dan berkurban seperti kita berkurban, maka sungguh dia telah mengerjakan kurban dengan benar. Dan barangsiapa yang menyembelih kurbannya sebelum shalat Idul Adha maka kurbannya tidak sah.” (HR Bukhari)
3. HajiDzulhijjah juga disebut sebagai bulan haji. Haji memiliki banyak keutamaan. Dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda, “Haji yang mabrur tiada balasan baginya kecuali surga.” (HR An-Nasa’i).
Ibadah haji juga merupakan undangan spesial Allah yang diberikan kepada hamba terpilih. Ini bisa dilihat dalam Surah Al-Hajj ayat 27, Allah sengaja menyuruh Umat Islam melaksanakan ibadah haji.
Baca Juga: Ini Aktivitas Jemaah Haji saat Menginap 3 Malam di Mina“Dan berserulah kepada manusia untuk mengerjakan haji, nisacaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, dan mengendarai unta yang kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh.” (QS Al-Hajj: 27).
4. Memperbanyak DzikirIbnu Abbas RA berkata, “Hari-hari yang telah Ditentukan Adalah 10 hari pertama Dzulhijjah.” Berdzikir yang lebih diutamakan di hari-hari yang sepuluh ini adalah memperbanyak takbir, tahlil, dan tahmid.
Rasulullah SAW bersabda, “Maka perbanyaklah di hari-hari tersebut dengan tahlil, takbir, dan tahmid.” (HR Ahmad, Shahih).
Bukan hanya dilajkukan di masjid atau rumah saja, namun berzikir bisa dilakukan di mana saja dan kapan saja. Bahkan, para sahabat sengaja melakukan di tempat-tempat keramaian seperti pasar.
Baca Juga: Pria Inggris 10 Bulan Jalan Kaki ke Mekkah untuk Berhaji
Imam Bukhari mengatakan, “Ibnu Umar dan Abu Hurairah senantiasa keluar ke pasar-pasarpada sepuluh hari pertama Dzulhijjah. Mereka bertakbir, dan orang-orang pun ikut bertakbir karena mendengar takbir dari mereka berdua.”
(jqf)