LANGIT7.ID, Jakarta -
Bencana merupakan peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan serta penghidupan masyarakat yang ditimbulkan oleh faktor alam maupun nonalam. Peristiwa ini mengakibatkan timbulnya korban jiwa manusia, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda, dan dampak psikologis.
Anggota Majelis Tarjih dan Tajdid
PP Muhammadiyah, Asrul Jamaluddin memaparkan istilah-istilah bencana dalam Islam. Dalam Al-Quran dan Hadis kata bencana dapat ditemukan dalam istilah yang bervariasi, meskipun dengan penekanan makna yang berbeda-beda dengan konteks yang berbeda pula.
Pertama, musibah. Dalam Al-Quran, apa saja yang menimpa manusia disebut dengan 'musibah', baik yang berwujud kebaikan atau keburukan bagi manusia. Dengan kata lain, tidak semua musibah adalah bencana.
Baca Juga: Gus Baha: Bencana Alam Belum Tentu Azab, Bisa Jadi Penghapus Dosa"Musibah yang disebut bencana dan bermakna negatif adalah musibah yang mendatangkan keburukan bagi manusia. Hal itu merupakan hasil dari perbuatan manusia sendiri juga, bukan dari Allah SWT, meskipun secara kasat mata musibah itu terjadi di alam," kata Asrul seperti dilansir dari laman Muhammadiyah, Senin (28/11/2022).
Kedua, Bala'. Bala' merupakan sebuah ujian atau cobaan, baik berupa kebaikan (al-hasanat) ataupun yang berupa keburukan (al-sayyi’at), baik yang datang dari kejadian di alam semesta atau dari diri sendiri dan sosial kemasyarakatan.
Ketiga, Fitnah. Fitnah diartikan sebagai sebuah peristiwa yang berasal dari hubungan antara manusia dengan manusia lainnya, yang memunculkan dampak negatif baik berupa kematian, ketakutan, kesesatan dan kericuhan.
Keempat, Fasad. Fasad berarti sikap manusia yang tidak baik yang berakibat pada kerusakan di bumi, baik kerusakan sosial ataupun kerusakan alam.
"Fasad dimaknai sebagai semua perbuatan manusia yang bertentangan dengan kebaikan, baik itu berupa kesombongan, pembangkangan terhadap perintah Allah SWT, perbuatan semena-mena, perpecahan dan pertumpahan darah," ujar Asrul.
Baca Juga: Gempa di Cianjur Jadi Ujian bagi Umat Islam BertakwaKelima, Halak. Berbeda dengan fasad, halak dalam Al-Quran sebagian besar dihubungkan dengan tindakan Allah SWT dalam memusnahkan, mematikan, atau membinasakan tersebut baik individu maupun kelompok.
Keenam, Tadmir. Tadmīr merupakan sifat dari sebuah kejadian yang buruk bagi manusia, yakni sifat 'hancur sehancur-hancurnya'.
"Sifat tadmīr merupakan kehancuran yang berasal dari peristiwa alam dan perbuatan manusia. Sifat kehancuran ini pula merupakan bencana bagi manusia karena kesalahan manusia tidak memperhitungkan faktor risiko dari perbuatan yang dilakukannya," ucap Asrul.
Ketujuh, Tamziq. Tamziq merupakan sifat dari sebuah kejadian yang buruk yang merupakan akibat dari perbuatan manusia sendiri.
"Karena manusia salah dalam berbuat dan berperilaku dengan berbagai hal yang telah ditetapkan oleh Allah SWT, maka kehancuran itu akan terjadi. Oleh karena itu, istilah tamzīq merupakan bencana bagi manusia," lanjut Asrul menerangkan.
Baca Juga: 4 Cara Membantu Anak-anak Pulih dari Trauma PascabencanaKedelapan, Iqab. Iqab merujuk kepada kejadian yang akan didatangkan oleh Allah SWT bila manusia mendustakan Allah dan Rasullah.
Menurut Asrul, kejadian yang datang itu berupa peristiwa yang menyakitkan dan merupakan keburukan bagi manusia. Selain itu, iqab merujuk pada bentuk 'balasan' atas perbuatan manusia di muka bumi.
"Bila manusia berhasil dalam memahami ketentuan Allah SWT dan mampu memperhitungkan risiko dari perilakunya atas diri sendiri dan alam, maka terhindar dari iqab," katanya.
Terakhir, Azab. Peristiwa yang masuk dalam kategori 'ażāb dapat berupa peristiwa alam yang dahsyat seperti tsunami, tanah longsor, banjir, gunung meletus, dan gempa bumi.
"Ataupun berupa peristiwa sosial yang besar seperti peperangan dan ancaman sosial lainnya yang berfungsi sebagai peringatan agar manusia kembali pada ketetapan Allah SWT," tutur Asrul.
Baca Juga:
Tips Membangun Rumah Tahan Gempa, Bisa Manfaatkan Bahan Dari Alam
Langkah-Langkah Bangun Rumah Tahan Gempa, Sederhana tapi Kokoh(gar)