LANGIT7.ID, Jakarta - Penasehat hukum keluarga Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J, Ferdy Kesek kecewa dengan tuntutan hukum terhadap Putri Candrawathi yang dinilai terlalu ringan.
Ferdy Kesek mengatakan, seharusnya
Putri Candrawathi layak menerima hukuman maksimal sesuai dengan pasal 340 KUHP karena memiliki andil yang besar dalam skenario pembunuhan Brigadir J.
"Peran Putri Candrawathi dalam memuluskan rencana pembunuhan sangat jelas mulai dari saat di Magelang hingga Duren Tiga, Jakarta," ujar Ferdy Kesek, Rabu (18/1/2022).
Baca juga: Putri Candrawathi Dituntut 8 Tahun Penjara Kasus Pembunuhan Brigadir JMenurut Ferdy, penuntutannya tidak logis untuk diterima keluarga dan masyarakat. "Harusnya tuntutan pada Putri di atas atau lebih tinggi," tegasnya.
Seperti diberitakan, Istri eks Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi (PC) resmi dituntut 8 tahun penjara. Jaksa penuntut umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Selatan meyakini (PC) melakukan pembunuhan berencana terhadap Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J.
Menurut Jaksa, pembunuhan berencana terhadap Brigadir J dilakukan bersama-sama empat terdakwa lain, yakni Ferdy Sambo, Richard Eliezer atau Bharada E, Ricky Rizal atau Bripka RR, dan Kuat Ma’ruf.
"Menuntut supaya majelis hakim Pengadilan Negeri Jaksel yang memeriksa dan mengadili perkara ini menyatakan terdakwa
Putri Candrawathi telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana pembunuhan berencana secara bersama-sama. Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa dengan pidana 8 tahun penjara," kata jaksa saat membacakan tuntutan di PN Jakarta Selatan, Rabu (18/1/2023).
Baca juga: JPU: Tak Ada Hal Meringankan untuk Tuntutan Hukuman Ferdy SamboPutri diyakini melanggar Pasal 340 KUHP jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP. Adapun yang memberatkan PC karena perbuatannya mengakibatkan hilangnya nyawa Brigadir J.
Atas tuntutan hukum tersebut, Ferdy saat ini hanya berharap kepada hakim untuk lebih jeli dalam menjatuhkan hukuman untuk istri Ferdy Sambo itu.
"Ayo sama-sama menggiring hakim pertimbangan hakim. Hakim menentukan. Saat itu menjadi pembuktian adanya keadilan untuk keluarga korban," ujarnya.
Baca Juga: Sambo Dituntut Hukuman Seumur Hidup, JPU Sebut Ada Skenario Pembunuhan Berencana(sof)