LANGIT7.ID-, Jakarta- - Resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa yang mengakhiri konflik mematikan antara Hizbullah dan Israel pada 2006 kini kembali menjadi landasan penting dalam negosiasi gencatan senjata yang dimediasi Amerika Serikat. Resolusi yang diadopsi pada Agustus 2006 ini berisi 19 paragraf yang berperan vital dalam mengakhiri perang selama sebulan antara Israel dan Hizbullah, serta membuka jalan menuju stabilitas jangka panjang di perbatasan.
Resolusi ini memerintahkan penghentian permusuhan secara langsung, dengan kedua pihak setuju untuk menghentikan pertempuran. Meski menghadapi berbagai tantangan dan pelanggaran selama bertahun-tahun, resolusi ini menjadi dasar penting dalam mengakhiri konflik terbuka.
Baca juga:
Geger! Asisten Netanyahu dan Tentara Israel Terjerat Kasus Kebocoran Dokumen yang Mengguncang NegaraPenghormatan Terhadap Garis Biru dan Pengaturan KeamananKedua pihak wajib menghormati Garis Biru, yaitu perbatasan antara Lebanon dan Israel. Resolusi ini juga menciptakan zona penyangga antara Garis Biru dan Sungai Litani (sekitar 30 km atau 20 mil di utara perbatasan). Area ini harus bebas dari personel bersenjata, aset, dan senjata, kecuali yang berasal dari otoritas Lebanon dan Pasukan Interim PBB di Lebanon (UNIFIL).
Pelucutan Senjata dan Embargo Kelompok BersenjataResolusi mewajibkan pelucutan senjata semua kelompok bersenjata di Lebanon dan melarang penjualan atau pasokan senjata ke Lebanon tanpa izin pemerintah.
Baca juga:
ICC Keluarkan Surat Penangkapan, Netanyahu: Kami Tak Akan Menyerah!Larangan Pasukan Asing Tanpa Persetujuan PemerintahResolusi melarang kehadiran pasukan asing di Lebanon tanpa persetujuan pemerintah Lebanon. Ketentuan ini bertujuan melindungi kemerdekaan Lebanon dan mencegah pengaruh eksternal dalam urusan internal negara.
Penempatan UNIFIL dan Pasukan LebanonElemen penting Resolusi 1701 adalah perluasan mandat pasukan penjaga perdamaian UNIFIL yang dibentuk tahun 1978. UNIFIL bertugas mengawasi gencatan senjata, memantau penarikan pasukan Israel dari Lebanon selatan, dan memastikan wilayah tersebut bebas dari kelompok bersenjata kecuali Tentara Lebanon. Secara bersamaan, tentara nasional Lebanon ditugaskan mengambil kendali Lebanon selatan.
Baca juga:
Heboh! ICC Resmi Terbitkan Surat Penangkapan Pemimpin HamasBaca juga:
Netanyahu Murka! Tolak Mentah-mentah Surat Perintah Penangkapan ICC, Tuduh Pengadilan AntisemitKetegangan dan Pelanggaran sejak 2006Meskipun gencatan senjata umumnya terjaga setelah adopsi Resolusi PBB 1701, pelanggaran dan ketegangan terus terjadi. Kedua pihak saling menuduh melakukan provokasi. Lebanon telah mengajukan puluhan keluhan ke PBB, terutama mengenai pelanggaran kedaulatan Lebanon oleh Israel, termasuk lebih dari 35.000 pelanggaran wilayah udara sejak 2006, seperti disampaikan Perdana Menteri Lebanon Najib Mikati pada Mei lalu. Sementara itu, Israel telah lama mengeluhkan resolusi tidak diimplementasikan dan Hizbullah tetap bersenjata di perbatasan. Upaya AS dalam gencatan senjata antara Israel dan Hizbullah menekankan bahwa resolusi ini tetap penting dalam meredakan konflik terkini, namun perlu implementasi yang lebih baik.
(lam)