LANGIT7.ID, Jakarta - Beberapa cara bersyukur atas nikmat yang Allah SWT berikan salah satunya, yakni berbagi harta kepada sesama muslim atau manusia. Dengan berbagi, hati akan terasa lebih lapang, menumbuhkan jiwa empati, dan melatih kepekaan terhadap kehidupan sosial.
Hari gajian merupakan momentum yang ditunggu-tunggu para pekerja. Biasanya, gajian dibayarkan setiap akhir bulan (tanggal 25, 28, 30, atau 31) tanggal 1 setiap awal bulannya. Kesempatan bahagia tersebut dapat digunakan untuk selalu menyisihkan dan mengalokasikan sebagian rezeki untuk orang lain.
Baca Juga: China Seru Pencabutan Embargo Internasional atas AfghanistanTentunya kepuasan batin dan kesenangan akan dirasakan tatkala melihat orang lain bahagia. Ada istilah kebahagiaan mereka adalah kebahagiaan kita. Semangat berbagi akan melahirkan dan menumbuhkan kebaikan yang simultan.
Berikut tujuh hal yang dapat kamu lakukan saat gajian tiba:1. BersyukurSejatinya, ketika seseorang memiliki harta berlebih, dia memiliki banyak keinginan dan obsesi, termasuk hal-hal yang tidak menjadi prioritas kebutuhan. Maka, salah satu nasihat Rasulullah agar kita mensyukuri nikmat Allah dan tidak menganggap remeh apa yang telah Allah berikan adalah dengan melihat orang yang keadaannya di bawah kita, bukan di atas kita.
2. Berinfaq dan SadaqahDalam banyak ayat al-Qur'an dan Hadits, Allah dan RasulNya menganjurkan kita agar berinfak. Bahkan dalam kondisi sempit atau sukar sekalipun, kita diperintahkan Allah untuk berinfaq. Dan itulah parameter ketakwaan yang Allah sebutkan dalam surat Ali-Imran ayat 134.
Baca Juga: Dukung PON XX Papua, BMKG Siap Kawal Informasi Cuaca3. Membantu Orang TuaPada dasarnya, membantu orang tua ddal segala hal adalah kewajiban dan masih melekat pada sang anak meskipun ia sudah berkeluarga. Dalam banyak ayat al-Qur'an, Allah memerintahkan kita untuk berbuat baik terhadap orang tua dan senantiasa merwatnya di usia lanjut. Mengalokasikan rezeki berupa harta yang kita miliki untuk orang tua adalah salah satu implementasi dari berbuat baik kepada orang tua.
4. Menyusun Rencana KeuanganPengeluaran dana untuk kebutuhan tentu adalah hal yang mutlak bagi setiap orang, namun bukan berarti harus berhambur-hamburan dan konsumtif. Menyusun rencana keuangan adalah hal terbaik agar kita bisa mensiasati mana kebutuhan yang menjadi prioritas dan mana yang tidak.
5. Belanja Kebutuhan per Dua PekanDi antara kebutuhan pokok adalah tercukupinya persedian pangan untuk satu bulan ke depan hingga gajian tiba di bulan berikutnya. Maka, cara mensiasati terbaik adalah dengan membeli kebutuhan pangan untuk dua pekan sekali, baik di pasar tradisional maupun pasar tradisional.
Baca Juga: Berikut Sunnah-Sunnah yang Dianjurkan Saat Waktu Isya Tiba6. Hemat Bukan Berarti PelitAda pepatah mengatakan 'hemat pangkal kaya', maknanya sebisa mungkin kita dapat berperilaku hemat dalam kebutuhan yang tidak krusial. Namun bukan berarti juga pelit, sampai-sampai menahan diri dari kebutuhan yang sifatnya mendesak.
7. Menabung dan InvestasiBagi sebagian orang, menabung adalah mengumpulkan duit dari sisa kebutuhan pengeluaran. Cara seperti ini memang tidak salah, hanya saja dana yang kita kumpulkan fluktuatif. Maka, cara menabung terbaik adalah mengalokasikan dana kita sejak awal gajian untuk ditabung misalnya 20 persen dan dapat dilakukan secara kontinyu.
Baca Juga:
Wawancara Eksklusif Ustadz Dasad Latif: Pendidikan dengan Ilmu dan Iman, Solusi Perbaikan Bangsa
Gaya Hidup Islami Hidupkan Peluang Industri Baru Indonesia(asf)