LANGIT7.ID--
Syaikh Yusuf Al-Qardhawi dalam buku berjudul "
Aulawiyaat Al Harokah Al Islamiyah fil Marhalah Al Qodimah" mengatakan istilah "
Salafiah" telah dirusak citranya oleh kalangan yang pro dan kontra terhadap "salafiah".
Orang-orang yang pro-salafiah - baik yang sementara ini dianggap orang dan menamakan dirinya demikian, atau yang sebagian besar mereka benar-benar salafiyah - telah membatasinya dalam kelompok formalitas dan kontroversial saja, seperti masalah-masalah tertentu dalam
Ilmu Kalam,
Ilmu Fiqh atau
Ilmu Tasawuf.
Mereka sangat keras dan garang terhadap orang lain yang berbeda pendapat dengan mereka dalam masalah-masalah kecil dan tidak prinsipil ini. Sehingga memberi kesan bagi sementara orang bahwa manhaj Salaf adalah metoda "debat" dan "polemik", bukan manhaj konstruktif dan praktis.
Lebih jauh lagi, juga mengesankan bahwa yang dimaksud dengan "Salafiah" ialah mempersoalkan yang kecil-kecil dengan mengorbankan hal-hal yang prinsipil. Mempermasalahkan khilafiah dengan mengabaikan masalah-masalah yang disepakati. Mementingkan formalitas dan kulit dengan melupakan inti dan jiwa.
Baca juga: 10 Prinsip Manhaj Salafi secara Global Menurut Syaikh Al-Qardhawi Salafiah Dianggap Paham Terbelakang Sedangkan pihak yang kontra-salafiah, kata al-Qardhawi, menuduh paham ini "terbelakang", senantiasa menoleh ke belakang, tidak pernah menatap ke depan.
Paham Salafiah, menurut mereka, tidak menaruh perhatian terhadap masa kini dan masa depan. Sangat fanatis terhadap pendapat sendiri, tidak mau mendengar suara orang lain. "Salafiah identik dengan anti pembaruan, mematikan kreatifitas dan daya cipta. Serta tidak mengenal moderat dan pertengahan," jelasnya.
Menurut Al-Qardhawi, sebenarnya tuduhan-tuduhan ini merusak citra salafiah yang hakiki dan penyeru-penyerunya yang asli.
Tokoh Salafiah yang Paling MenonjolDia menyebut tokoh yang paling menonjol dalam mendakwahkan "salafiah" dan membelanya mati-matian pada masa lampau ialah Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah beserta muridnya Imam Ibnul-Qoyyim.
Mereka inilah orang yang paling pantas mewakili gerakan"pembaruan Islam" pada masa mereka. Karena pembaruan yang mereka lakukan benar-benar mencakup seluruh disiplin ilmu Islam.
Mereka telah menumpas paham taqlid, fanatisme mazhab fiqh dan ilmu kalam yang sempat mendominasi dan mengekang pemikiran Islam selama beberapa abad.
Namun, di samping kegarangan mereka dalam membasmi ashobiyah madzhabiyah ini, mereka tetap menghargai para Imam Mazhab dan memberikan hak-hak mereka untuk dihormati. Hal itu jelas terlihat dalam risalah "Raf'l - malaam 'anil - A'immatil A'lam" karya Ibnu Taimiyah.
Baca juga: Hukum Membangun dan Membaca Al-Qur'an di Kuburan Menurut Salafi Serangan Mereka terhadap TasawufDemikian gencar serangan mereka terhadap tasawuf karena penyimpangan-penyimpangan pemikiran dan akidah yang menyebar di dalamnya. Khususnya di tangan pendiri mazhab "Al-Hulul Wal-Ittihad" (penyatuan). Dan penyelewengan perilaku yang dilakukan para orang jahil dan yang menyalahgunakan tasawuf untuk kepentingan pribadinya.
Namun, mereka menyadari tasawuf yang benar (shahih). Mereka memuji para pemuka tasawuf yang ikhlas dan robbani. Bahkan dalam bidang ini, mereka meninggalkan warisan yang sangat berharga, yang tertuang dalam dua jilid dari "Majmu' Fatawa" karya besar Imam Ibnu Taimiyah.
Demikian pula dalam beberapa karangan Ibnu-Qoyyim. Yang termasyhur ialah "Madarijus Salikin syarah Manazil As-Sairin ila Maqomaat Iyyaka Na'budu wa Iyyaka Nasta'in", dalam tiga jilid.
(mif)