LANGIT7.ID-, Jakarta - - Aksi demonstrasi besar-besaran juga dilakukan para diaspora Indonesia yang berada jauh dari Tanah Air. Seperti di
Berlin,
Jerman; Melbourne,
Australia; serta
New York,
Amerika Serikat. Mereka bersuara lantang atas nama warga negara Indonesia mengecam kekerasan terhadap rakyat, kebijakan
DPR, serta tuntutan terhadap Presiden
Prabowo Subianto.
Diawali aksi demo di
Berlin, Jerman pada Minggu (31/8). Massa yang menamakan diri Jerman Bergerak menggelar unjuk rasa di Pariser Platz, Brandenburger Tor, Berlin.
![Aksi Demo Pelajar & Diaspora di Berlin, Melbourne Hingga New York Kobarkan Semangat Nasionalisme]()
(sumber: @jermanbergerak)
Melalui media sosial, ajakan mengikuti aksi disampaikan. "Mari Bersatu, membawa suara mereka yang dibungkam, dan menunjukkan bahwa rakyat tidak akan tinggal diam," tulis akun @jermanbergerak, dikutip Rabu (4/9/2025).
Ketua Perhimpunan Pelajar Indonesia di Jerman, Rroyan dalam aksi demo di Berlin mengatakan, "kami masih peduli dengan apa yang terjadi di Indonesia. Kami sebagai warga Indonesia meski berada jauh dari Tanah Air tapi kami masih tetap peduli dan kami tetap cinta Indonesia."
Baca juga: Digelar Secara Nasional, Berikut Daftar Tuntutan Aksi Demo 28 AgustusLebih dari 150 orang yang merupakan pelajar Indonesia maupun diaspora berkumpul di sana menyuarakan kepedulian sekaligus keprihatinan meraka atas apa yang terjadi di dalam negeri.
Menyusul kemudian aksi demo di Melbourne, Australia pada Selasa (2/9). Tampak kerumunan WNI yang terdiri dari diaspora maupun pelajar Indonesia menggelar unjuk rasa di Fed Square, Melbourne.
![Aksi Demo Pelajar & Diaspora di Berlin, Melbourne Hingga New York Kobarkan Semangat Nasionalisme]()
(sumber: @melbournebergerak)
Aksi ini diinisiasi oleh kelompok "Melbourne Bergerak" dengan tajuk "People Taking Back Power - Rakyat Indonesia Berkuasa!". Diikuti sekira 400 peserta dari berbagai latar belakang. Mereka mengenakan pakaian bernuansa pink dan membawa poster serta spanduk yang menyuarakan "17+8 Tuntutan Rakyat", sebuah gerakan yang menjadi simbol protes di Tanah Air.
Baca juga: Aliansi Perempuan Indonesia Siap Gelar Aksi Besar di Gedung DPR, Tuntut Prabowo Hentikan RepresiYang menarik adalah dukungan masyarakat local di sana sangat besar, dan tidak ada penolakan terhadap kegiatan tersebut.
Koordinator Melbourne Bergerak, Pipin Jamson dalam orasinya mengatakan, "hari ini kota bergerak di sini berkumpul untuk membela kemanusiaan. Kita paham masih banyak hal yang belum diselesaikan didiskusikan justru itulah hari ini kita berkumpul untuk menyuarakan bersama."
Dalam aksinya massa kerap melontarkan kata-kata yang menggambarkan kemarahan mereka terhadap para anggota DPR dan juga Kapolri. Mereka juga menuntut Presiden dan DPR harus membatalkan kenaikan gaji, tunjangan fasilitas dan pensiun anggota DPR.
Kemudian di New York, ada aksi doa bersama dan aksi damai yang digelar pada Selasa (2/9) yang diinisiasi sejumlah komunitas yaitu Amerika Bergerak, Nongki NYC, Ruang Karsa NYC, Columbia Indonesia Society, NYU Indonesia, Indo Runners New York, serta seluruh mahasiswa dan diaspora di New York City, New Jersey dan sekitarnya.
Aksi dilakukan dari jalan Central Park hingga Federation Square, mereka bersatu menyuarakan kepedulian.
(lsi)