Dia menjelaskan, terdapat satu buku berjudul 'baby blue syndrome', yang dikarang oleh salah seorang dokter dan sudah terkonfirmasi bahwa gula pasir dianggap sebagai racun bagi tubuh.
Menurut pendakwah sekaligus praktisi pengobatan sunah Indonesia, dr Zaidul Akbar pola makan sederhana berpengaruh pada kesehatan tubuh. Dia mengatakan, semakin sederhana pola makan maka makin sedikit penyakit yag didapat, begitu pun sebaliknya.
Selain untuk mengontrol kadar gula darah, gaya hidup sehat juga bermanfaat untuk meminimalkan risiko komplikasi diabetes. Bila dalam kondisi ini dapat menyebabkan gangguan mata, ginjal, jantung, dan gangguan saraf.
Larangan minum alkohol dalam Islam memiliki manfaat luar biasa jika dilihat dari perspektif medis. Perawat Rizal Do, menegaskan, alkohol bisa menghancurkan liver dan mengacaukan otak. Dia bahkan membuat bab khusus tentang bahaya alkohol dalam bukunya.
Luna juga menggarisbawahi pentingnya untuk selalu mendengarkan tubuh sendiri. Dia mengatakan bahwa tubuh biasanya akan mengirim sinyal apabila seseorang tidak lagi atau berhenti melakukan kebiasaan tertentu.
Dewasa ini stroke tidak lagi identik sebagai penyakit kaum lanjut usia. Bahkan, belum lama ini pemilik akun media sosial @olszalau mengaku pernah mengalami stroke hingga terbaring koma di usia 20 tahun.
Dosen FKM Unair, Lailatul Muniroh menyebut, Ramadan merupakan momen untuk menata pola makan dan pola hidup. Saat Ramadhan berakhir, perlu langkah transisi untuk menjaga pola makan yang baik.
Dokter menyarankan kepada para orang tua agar meningkatkan kewaspadaan dengan melakukan tindakan pencegahan. Langkah awal bisa dilakukan dengan menjaga kebersihan diri dan lingkungan.
Menurut Duta Besar Republik Indonesia untuk Spanyol, Dr Muhammad Najib, masyarakat Spanyol mempraktekkan gaya hidup sehat dengan mengurangi karbohidrat.
Wakil Ketua Majelis Permusyarawatan Rakyat (MPR) RI, Dr Lestari Moerdijat merupakan salah satu penyintas kanker payudara. Hingga saat ini, ia masih kerap mengalami limfedema dan harus meminum obat setiap harinya.
Penyakit-penyakit tersebut ada karena pola hidup atau kebiasaan hidup yang tidak sehat. Cukup jelas bahwa ada kebiasaan tertentu yang dapat memperpendek umur kita, kata Dr. Anton.
Ungkapan 'awet tua' bisa dibuktikan secara medis. Fenomena ini sering ditemui dalam kehidupan. Sebagian orang yang memiliki usia muda kerap terlihat lebih tua.