Pondok pesantren dilestarikan oleh masyarakat Melayu-Muslim. Terlebih, Patani menjadi salah satu pusat penyebaran Islam pada abad ke-19. Ada banyak ulama-ulama Nusantara pernah mengenyam pendidikan di daerah tersebut.
Selain mandiri dalam perekonomian, Fauziah juga berupaya menjadikan lembaga pendidikan yang didirikan pada 1923 itu untuk mencetak generasi muda yang berjiwa kepemimpinan Islam demi kemajuan bangsa.
Ketua Umum PBNU, KH Said Aqil Siradj, dalam pembukaan muktamar NU menyampaikan sudut pandang santri dan pesantren dalam melihat peluang pembangunan bangsa Indonesia. Dia menyebut lima kekayaan bangsa Indonesia yang bisa jadi modal besar untuk kebangkitan dan pembangunan tersebut.
Pada era modern saat ini sistem pondok pesantren mengalami perkembangan sangat pesat. Mayoritas pesantren sudah mengkombinasikan pendidikan formal dengan sistem asrama. Hal itulah yang membuat pesantren jadi lembaga pendidikan komplit.
Prof Nadirsyah Hosen meminta kalangan Nahdlatul Ulama dan pondok pesantren melek teknologi untuk memperbaiki struktur keilmuan di media sosial. Peran santri sangat dibutuhkan, karena mengerti adab-adab dalam menuntut ilmu dan menyebarkan ilmu.
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir, mengatakan, pesantren merupakan mercusuar peradaban. Pesantren bisa menjadi penggerak ekonomi umat. Keberadaan pesantren bisa menjadikan Indonesia sebagai negara produktif, bukan hanya sekadar negara konsumtif.
Indonesia memiliki lebih dari 800 bahasa daerah. Seiring perkembangan zaman, bahasa daerah mulai pudar. Pesantren menjadi salah satu institusi yang berperan mempertahankan bahasa daerah.
Menurut Gus Mus, para santri tidak hanya dididik untuk pintar saja. Lebih dari itu, para santri dididik untuk memiliki akhlakul karimah. Saat ini, banyak orang pintar namun tidak memiliki akhlak karimah, sehingga kepintaran hanya digunakan untuk kepentingan pribadi saja.
Data dari Kementerian Agama, jumlah ponpes dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan. Setidaknya jumlah ponpes pada 2020, mencapai 30.507 dengan santri sebanyak 18 ribu orang.
Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, La Nyalla Mahmud Mattalitti, membeberkan fakta menarik terkait peran besar pondok pesantren terhadap masyarakat dan negara.