KH Bahauddin Nursalim alias Gus Baha mengatakan, atheisme sudah ada sejak zaman Rasulullah SAW. Salah satu di antaranya adalah Jubair bin Muthin. Sebelum masuk Islam, Jubair datang ke Madinah sebagai negosiator tawanan perang badar.
Para ulama pun memiliki gaya dan ciri khas dalam berbusana. Mereka tampil dengan elegan dan tetap mengedepankan syariat Islam dan menampilkan sunnah Rasulullah dalam berpakaian.
Pengasuh Ponpes Tahfidz Qur'an LP3IA Narukan, Rembang,KH Ahmad Bahauddin atau yang akrab disapa Gus Baha, pernah menolak bantuan untuk pesantren meski nilainya begitu besar. Apa alasannya?
Dakwah dari KH Ahmad Baha'uddin Nursalim alias Gus Baha begitu menarik dan diterima banyak kalangan. Namun sayangnya, tak sedikit yang kesulitan mencerna dakwah beliau karena selalu disampaikan dalam bahasa Jawa. Ternyata Gus Baha memiliki alasan menarik di baliknya.
KH Ahmad Bahauddin Nursalim yang akrab disapa Gus Baha menjelaskan, mathla' setiap tempat atau negara berbeda sehingga waktu Idul Adha di setiap negara bisa berbeda.
Kedua penyaji mendiskusikan dan membahas berbagai hal, termasuk efektivitas kebahagiaan dalam beragama. Hal tersebut sekaligus memposisikan Islam sebagai wadah untuk meraih kebahagiaan dan kedamaian itu sendiri.
Pihak panitia menyediakan 1000 peserta sesuai dengan kapasitas auditorium. Mereka bukan hanya mahasiswa dan civitas UII, namun juga dari kalangan masyarakat umum.
Al-Qur'an adalah kitab suci umat Islam yang merupakan sumber hukum utama bagi seorang muslim. Gus Baha menegaskan, pada dasarnya semua hukum sudah ada di dalam Al-Qur'an. Meski memang kadang hukum suatu perkara tidak tertulis secara tekstual.
Sikap yang diambil Gus Baha meneladani dari ayahnya, KH Nur Salim dan gurunya, KH Maimoen Zubair. Dari orang tuanya, Gus Baha mengerti bahwa dengan kegembiraan, maka masyarakat akan merasa nyaman belajar agama.