Pemuda merupakan tumpuan harapan bangsa. Namun sayangnya tak sedikit pemuda gagal menemukan jati dirinya. Lalu seperti apa sosok ideal pemuda? Dosen Universitas Muhammadiyah Jakarta, Dr. Saiful Bahri, Lc, MA, memaparkan ciri pemuda ideal berdasarkan pemikiran Buya Hamka mengenai pemuda.
Arie Untung mengaku terkejut saat melihat perubahan yang dialami anaknya, Gavin Daffa, di pesantren. Meski tak sempat bertemu, ia merasa senang bisa melihat aktivitas Gavin bersama santri lain.
Ibu Neneh Hasanah telah mengabdikan dirinya sebagai pendidik selama 68 tahun. Usia sepertinya tidak pernah menyurutkan semangatnya untuk terus berbagi pengetahuan.
Mantan Bupati Kampar, Riau, Jefry Noer, mengubah Hotel Tiga Dara miliknya di Kubang Raya menjadi pondok pesantren modern. Dia menamai pesantren itu dengan International Program (IP) Insan Cendekia Boarding School (ICBS) Riau.
Masih ada anggapan miring seputar dunia digital di banyak pesantren. Namun berbeda dengan Bayt Al-Qur'an, pesantren pasca tahfidz bentukan Quraish Shihab ini tak hanya menerapkan digitalisasi di pembelajarannya, namun juga saat memberikan kebermanfaatan kepada umat Islam melalui platform cariustadz.id.
Pesantren Bayt Al-Quran sudah mengkader ribuan hafidz sejak 2009 lalu. Pesantren pasca tahfidz ini merupakan salah satu program Pusat Studi Al-Quran (PSQ) dalam bentuk pesantren, khusus para santri dari berbagai daerah yang sudah hafal 30 juz.
Pesantren harus merespon itu dengan membuka ruang bagi santrinya sejak dini dengan peralatan studio, sehingga ketika mereka keluar (lulus) tidak lagi meraba dakwah digitalnya harus seperti apa
Agar pesantren dapat meniti langkah ke dalam dunia digital, perlu diawali dengan perubahan pola pikir. Pemahaman diri terhadap perubahan dapat membuat penyesuaian ke dalam proses digitalisasi.
Ponpes Assalaam Solo telah go digital sejak tahun 2000. Kini Ponpes Assalaam tak hanya punya website, tapi sistem informasi digital, e-learning bahkan observatorium dengan teknologi digital.
Digital adalah realitas baru bagi masyarakat Indonesia. Setidaknya, kurang lebih dari satu dekade ini masyarakat Indonesia memasuki era digital, di mana jika masyarakat meleng sedikit saja, maka akan ketinggalan.
Webinar ini akan mengulas peran santri di era digital. Para santri sudah berhasil membawa kemerdekaan untuk Indonesia, kini mereka ditantang membuat perubahan di era digital.
Langit7.id dalam rangka Hari Santri Nasional, menganggap kemandirian pesantren serta digitalisasi perlu didorong lebih kuat. Maka akan digelar Webinar Mimbar Langit7 pada Rabu, 27 Oktober 2021 ini pukul 09.00-11.00 WIB dengan tema Pesantren Goes Digital Sebuah Keharusan
Salah satu tugas penting orang tua adalah menanamkan iman kepada anaknya. Memperkenalkan anak dengan yang ghaib, terlebih kepada Allah dan Rasulullah pada usia dini merupakan keharusan. Tidak boleh ditunda.
Kerap kata jahiliyah diartikan sebagai kebodohan, kuno, kehidupan yang amat sederhana, tidak bisa membaca, dan tidak mempunyai pengetahuan teknologi. Padahal sejatinya tidak sebatas demikian.
Apa yang harus dilakukan pesantren dan kalangan santri menyikapi revolusi industri 4.0 dan society 5.0?. Rektor Institut Agama Islam Al Falah Assunniyah (Inaifas) Kencong Jember, Gus Rijal Mumazziq Z, M.HI, menilai ada tiga hal yang perlu dilakukan oleh pesantren.
Siswa penyandang disabilitas tunanetra Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Sleman menorehkan prestasi internasional di bidang karya ilmiah. Ini membuktikan keterbatasan tidak menjadi penghalang untuk berkarya.