Kesombongan dan kedengkian, dua penyakit hati yang diwariskan sejak kisah Iblis dan Qabil, terus hidup di era digital. Mereka merusak iman, memicu konflik, dan menggerogoti peradaban.
Kudus mewarisi jejak toleransi Sunan Kudus: kompromi sosial yang mengakar dalam nilai Islam. Namun, harmoni ini kini diuji oleh ideologi sempit dan politisasi agama di era modern.
Interaksi sosial perempuan dan laki-laki sudah ada sejak kisah Hajar dan Sarah di era Ibrahim. Al-Quran, hadis, dan tafsir menegaskan perannya dalam ruang publik, selama adab dan syariat terjaga.
Gerhana Bulan total atau blood moon diperkirakan akan terjadi pada Ahad, 7 September 2025, bertepatan dengan 14 Rabiul Awal 1477 Hijriah. Kemenag mengimbau umat Islam di seluruh Indonesia untuk melakukkan shalat gerhana (shalat khusuf),
Saat fiskal Abbasiyah nyaris runtuh, para pejabat ingin naikkan pajak 1000%. Ahmad bin Hanbal menolak dan sarankan jual aset elite. Solusi ini selamatkan negara tanpa tindas rakyat.
Maulid ala sufi bukan sekadar ritual, tapi perayaan cinta: qasidah, zikir, dan doa berpadu dalam harmoni spiritual. Di baliknya, perdebatan klasik soal bidah masih terus menyala.
Saudi menolak Maulid Nabi dengan alasan bidah, tapi pernah menggelar peringatan besar untuk Muhammad bin Abdul Wahhab. Sebuah paradoks antara puritanisme dan politik kekuasaan.
KH Ihsan Said tegaskan keutamaan walimatan adzimatan dalam Maulid Nabi. Walimah diyakini jadi sebab turunnya penjagaan Allah dari musibah dan bencana, serta mengangkat derajat hamba.
Dari gemerlap Maulid di era Abbasiyah hingga sunyi di Hijaz modern. Mengapa perayaan kelahiran Nabi menghilang dari Makkah dan Madinah? Ini kisah benturan tradisi, fatwa, dan politik.
Dari Kairo yang gemerlap hingga Mekah yang hening. Saat dunia Muslim berpesta Maulid, Saudi justru menutup pintu. Wahabi menyebutnya bidah. Tapi benarkah Maulid mati di tanah kelahiran Nabi?
Nama itu semula terdengar asing. Bayi yatim, ditolak para penyusu, akhirnya diasuh perempuan miskin. Dari gurun yang keras, lahir pribadi yang kelak mengubah wajah sejarah dunia.
Islam menjunjung kesetaraan gender, namun tafsir patriarkis sering menempatkan perempuan di lapis kedua. Kini ulama perempuan bangkit menafsir ulang teks suci untuk melawan bias.
Bidah sering hadir dengan wajah suci, tapi berpotensi menggoyahkan akidah. Dari Khawarij hingga ritual modern, persoalan ini tetap jadi perdebatan antara purifikasi dan tradisi.
Al-Quran menyebut Ahl al-Kitab dengan nuansa beragam: ada yang memusuhi, ada yang lurus. Tafsir Quraish Shihab menekankan: jangan generalisasi. Kritik keras tak berlaku untuk semua.
Bukan soal rendahnya intelektualitas perempuan, ayat tentang kesaksian justru menyoroti konteks sosial masa itu. Tafsir baru menyerukan ruang adil bagi perempuan di pengadilan.
Tak selalu saling meniadakan. Islam dan komunisme pernah bersisian dalam sejarah Indonesia. Bahkan kader Muhammadiyah dan tokoh NU sempat berada di bawah bendera PKI.
Riwayat klasik hingga kajian astronomi modern tak sepakat soal tanggal lahir Nabi. Benarkah 12 Rabiul Awal hanya tradisi populer, bukan kepastian sejarah?
Dari Mesir abad ke-10 hingga Nusantara, Maulid Nabi terus menimbulkan perdebatan: bidah atau cinta Rasul? Kini, perayaan ini hadir di masjid, alun-alun, hingga media sosial.
Perayaan Maulid Nabi terus jadi perbincangan. NU melihatnya sebagai barokah tradisi, sementara Muhammadiyah menekankan purifikasi, menggeser ritual ke ruang edukasi.