Dalam Islam, perang hanyalah jalan darurat. Yusuf al-Qardhawi menegaskan: kemenangan sejati lahir dari pembinaan iman, kesabaran, dan ujian, bukan dari ambisi cepat meraih kuasa.
Sejak masa Nabi hingga tradisi slametan di Jawa dan baralek Minang, perempuan selalu hadir dalam perayaan publik. Kisahnya menyingkap ruang sosial cair, di mana doa dan sukacita tak mengenal sekat gender.
Sejak masa Nabi, perempuan hadir di saf ibadah: Subuh di Madinah, shalat gerhana, itikaf, hingga haji. Riwayat klasik menegaskan partisipasi mereka sahih, bukan sekadar produk modernitas.
Islam menempatkan pendidikan dan pembentukan pribadi sebagai fondasi sebelum jihad bersenjata. Dari Makkah hingga pemikiran modern, jihad awal adalah perang melawan diri sendiri.
Seni Islami tidak terbatas bahasa Arab atau simbol agama. Ia lahir dari fitrah, memadukan keindahan dan kebenaran, serta menjadi sarana dakwah yang menyapa manusia dan alam.
Sebuah ledakan keras dilaporkan terjadi di dekat Masjid Nabawi pada Kamis (11/9/2025) dini hari. Insiden yang terjadi sekitar pukul 05.43 waktu setempat itu sempat memicu kepanikan jamaah shalat subuh.
Al-Qardhawi menegaskan, membangun sistem tanpa membina manusia hanyalah ilusi. Iman jadi batu pertama, fondasi agar bangunan masyarakat kokoh dan tidak roboh.
Sejak abad ke-7, perempuan jadi penopang tradisi ilmu Islam. Dari Aisyah hingga Ummu Salamah, riwayat mereka melahirkan fondasi hukum, etika sosial, dan potret utuh kehidupan Nabi.
Islam sejak awal menegaskan hak perempuan atas pendidikan. Dari hadis Aisyah hingga kaidah ushul fiqih, ihsan terbesar bagi anak perempuan adalah ilmu yang menyelamatkan generasi.
Nabi tak melarang semua nyanyian. Lagu Anshar di Madinah hingga irama Al-Quran menunjukkan: seni suara adalah anugerah, selama tak membawa pada kemaksiatan.
Dalam fikih, makruh bukan dosa tapi juga tak ideal. Dari makan sambil bersandar hingga meniup minuman, ia hadir sebagai latihan takwa dan pengingat etika agar umat tak salah menimbang prioritas.
Dikenang sebagai penyair rubaiyat, Omar Khayyam sejatinya juga ilmuwan besar Persia. Namun terjemahan Fitzgerald membuatnya lebih dipandang hedonis ketimbang sufi dan pemikir sejati.
Dari kisah Ibrahim menghancurkan berhala hingga Sulaiman menerima patung sebagai anugerah, seni dalam Islam tak pernah hitam-putih. Ia hadir sebagai ruang di mana keindahan bertemu dengan iman.
Para ulama mengingatkan: syubhat bukan sekadar keraguan, tapi ranah moral yang menuntut keseimbangan antara kehati-hatian dan kemudahan. Berikut ini penjelasannya.
Dari ibu Musa hingga Khaulah binti Tsalabah, Al-Quran menampilkan perempuan bukan sekadar pelengkap, tapi teladan iman, kecerdikan, dan keberanian moral.
Islam tak menutup ruang bagi seni. Al-Quran menempatkan keindahan sebagai bagian dari fitrah, meski sejarah menunjukkan kecurigaan yang membuat seni kerap ditempatkan di ruang abu-abu.
Bidah bukan sekadar praktik baru dalam agama. Dari aqidah hingga ritual, ia dipandang lebih berbahaya daripada maksiat karena sering dikira ibadah. Bagaimana ulama menimbangnya?
Etika pertemuan dalam Islam bukan sekadar aturan lahiriah, tapi fondasi moral. Menahan pandangan, menjaga aurat, hingga bicara sopan adalah cermin kesucian hati dan martabat sosial.
Balqis, ratu bijak dari Saba, memimpin kerajaan makmur dengan musyawarah, diplomasi, dan kecerdasan. Hingga akhirnya, ia berserah diri bersama Sulaiman kepada Allah, Tuhan semesta alam.