Di era kini, introspeksi, atau muhasabah, terasa semakin asing. Orang-orang dengan mudah menghitung untung-rugi di pasar saham, tapi gagal menghitung berapa banyak dusta yang mereka ucapkan hari ini.
Hukum Islam sudah diletakkan dasarnya sejak periode Makkah: keadilan sosial, perlindungan hak milik, penghormatan pada anak yatim dan perempuan, serta larangan penindasan.
Orang yang mampu bersyukur, tulis Quraish Shihab, akan memperoleh banyak, lebat, dan subur. Orang yang tidak, hanya akan menutup dirinya pada karunia-karunia Tuhan yang tak pernah berhenti mengalir.
Di masa lalu, Islam justru menjadi katalis pengetahuan. Tak ada Inkuisisi seperti yang dialami umat Kristen ketika ilmu pengetahuan menantang dogma gereja.
Nasrudin mengajarkan bahwa kebijaksanaan sering kali bukan soal siapa paling keras bersikap, tapi siapa paling mengerti kapan harus berkata terbaik dan kapan harus berkata terburuk.
Banyak anak muda masa kini yang memandang pernikahan sebagai jalan halal untuk menyalurkan hasrat seksual. Tapi benarkah begitu? Apakah seks dan keturunan memang inti dari pernikahan menurut ajaran Islam?
Imperium Islam tumbuh di atas semangat dakwah dan kesadaran moral. Ia tidak dibentuk oleh bangsa tertentu, tidak didominasi satu ras atau wilayah pusat, dan tidak menjadikan kekuasaan sebagai tujuan itu sendiri.
Tanpa kita sadari, setiap saat bisa saja seseorang atau bahkan kita sendiri meninggal, tanpa pemberitahuan. Nasrudin mengingatkan bahwa kita tak pernah tahu kapan waktunya, jadi sebaiknya selalu siap secara batin.
Cerita itu berakhir tragis. Pemuda murid Junaid itu, yang berusaha keras menahan diri bertahun-tahun, akhirnya pada suatu hari tak lagi sanggup membendung emosinya.
Di hadapan makalah Hans Kng, teolog Katolik progresif asal Swiss yang mendambakan kedamaian lintas agama, Nasr tidak menawarkan diplomasi. Ia mengajukan kritik tajam terhadap asumsi-asumsi Barat dalam melihat Islam.
Di tengah perdebatan modern soal kesetaraan gender dan peran domestik dalam keluarga, Islam sejak awal telah menetapkan satu hal yang fundamental: suami adalah pemimpin dalam rumah tangga.
Ada paradoks dalam sejarah intelektual Islam: ajaran tauhid yang menjadi napas utama risalah kenabian justru baru menjadi ilmu setelah Nabi Muhammad wafat.
Khalifah Umar bin Khattab pernah berkata, Hisablah dirimu sebelum engkau dihisab. Bagi Al-Ghazali dan para wali sesudahnya, pernyataan ini bukan retorika moral, tetapi sebuah disiplin harian.
Badai sering membuat manusia ingat Tuhan, dan dalam ketakutan mereka mengucapkan janji-janji luhur. Namun begitu tenang datang, janji pun menguap seperti kabut pagi.
Di tengah suasana transisi sosial dan politik, Rasulullah SAW mendapat satu kabar yang menggetarkan batinnya: putri kesayangannya, Fatimah, telah dilamar.
Dalam babak baru sejarah modern, ketika umat manusia berlari dengan kecepatan teknologi dan terpesona oleh pertumbuhan ekonomi, satu pertanyaan mendasar pelan-pelan terhapus dari ruang publik: Apa arti hidup?
Pernikahan dalam Islam, bukanlah sekadar kontrak antara dua pihak. Ia adalah mitsaqan ghalizaikatan kuat dan seriusyang melibatkan bukan hanya calon suami dan istri, tetapi juga keluarga, masyarakat, dan Tuhan
Terlalu sering mengingatkan orang lain akan hutang budinya justru membuatnya merasa terkekang, bukan bersyukur. Dalam tasawuf, memberi tanpa mengharap balasan adalah bentuk tertinggi dari keikhlasan.