Perdebatan tentang siapa sejatinya iblis berlangsung sejak berabad-abad lalu. Dalam literatur tafsir klasik dan modern, dua arus besar pendapat bertahan hingga kini.
Sebuah keluarga kecil yang Allah sebut setara dengan keluarga para nabi, bahkan diabadikan sebagai nama sebuah surat dalam Alquran. Sebuah pelajaran tentang iman, kesucian, dan keteguhan di tengah badai fitnah.
Dia adalah sosok sahabat Nabi Muhammad SAW yang memadukan keindahan kata dengan keberanian pedang, hingga syahid di medan perang Muktah. Dialah Abdullah Ibnu Rawahah.
Di antara untaian kisah Al-Quran yang penuh hikmah, nama Dzulqarnain muncul sebagai figur langka: seorang pemimpin perkasa, adil, dan bertakwa. Namanya disebut dalam Surah Al-Kahfi ayat 83 sampai 98.
Kisah antara Musa dan seorang hamba istimewa dalam Al-Quran memuat pelajaran yang tak terjangkau akal biasa. Hingga kini, ia tetap jadi teka-teki yang memikat.
Banyak ulama menyatakan datangnya Imam Mahdi adalah awal dari tanda-tanda besar kiamat. Jadi tidak bisa dikatakan bahwa tahun 2025 misalnya adalah tahun terjadinya kiamat, ujarnya.
Amalan-amalan itu, bagi sebagian orang mungkin sederhana, bahkan tampak biasa. Tetapi dalam keyakinan Ibnu Qayyim dan para pengikutnya, justru di situlah letak rahasianya.
Nikmat selalu sampai kepada kita lewat perantara-perantara: ibu yang melahirkan, guru yang mengajarkan huruf, tetangga yang membantu di saat susah, petani yang menanam padi.
Setelah sekian lama umat Islam tertidur panjang seperti Ashabul Kahfi dalam gua, kini mereka bangkit. Lirih pada awalnya, lalu lantang, hingga tak bisa lagi diabaikan.
Hubungan seksual dalam Islam sebagai ibadah, asalkan dilakukan di jalur halal. Nabi bahkan menyatakan, Di kemaluan kalian ada sedekah, saat para sahabat heran bahwa aktivitas biologis di ranjang ternyata berpahala.
Dalam lorong sunyi tasawuf, cinta kepada Allah bukan sekadar perasaan, tetapi tujuan akhir dari kemanusiaan. Ia tak kasat mata, namun membentuk seluruh wajah batin seorang mukmin.
Kebajikan dinilai bukan dari keluhuran moralnya, melainkan sejauh mana ia berkontribusi pada efisiensi sistem, pada kestabilan produksi, pada roda kapitalisme atau negara.
Bahkan ketika seorang istri lalai dalam kewajiban agamanya, Nabi memberi contoh dengan tidak bicara pada para istrinya selama sebulan, sebuah cara menunjukkan ketidaksetujuan tanpa melampaui batas.
Sang filosof terlalu sibuk dengan teori, kutipan, dan analogi yang rumit, tetapi jauh dari kenyataan hidup. Ilmu yang terputus dari realitas mudah kehilangan makna dan arah.
Agama Kristen, yang dulunya menjadi fondasi etis, kini, menurut Asad, hanya menjadi konvensi sosial. Ia hidup sebagai dekorasi, bukan sebagai kekuatan hidup.
Dalam salah satu hadits, Nabi Muhammad menasihati: Yang terbaik di antara kalian adalah yang paling baik kepada keluarganya. Dan aku adalah yang terbaik di antara kalian kepada keluargaku.