Nama Nabi Daniel memang tidak tercantum dalam Al-Quran, namun diakui sebagai nabi oleh mayoritas ulama Islam. Ia disebut dalam banyak literatur tafsir klasik, riwayat Israiliyyat, dan juga kitab suci Yahudi dan Kristen.
Inti dari kehidupan akhirat adalah perjumpaan dengan Allah, ibarat seseorang yang akhirnya berhasil meraih sesuatu yang sejak lama ia dambakan, setelah melewati rintangan yang tak terhitung.
Samson atau Syamun adalah nabi Bani Israil yang disambut dengan janji perang tetapi ditinggalkan saat perintah itu datang. Sebuah kisah tentang umat yang penakut dan nabi yang tabah.
Harga diri tidak tergantung pada apa yang dikenakan. Nasrudin menunjukkan bahwa penghormatan sejati seharusnya diberikan kepada manusia, bukan kepada baju atau status sosialnya.
Dari Guatemala, para astronom menegaskan bahwa pemandangan itu hanyalah awan yang diposisikan sempurna. Namun bagi umat Islam, gambaran Bulan terbelah adalah gema mukjizat Rasulullah SAW lebih dari seribu tahun lalu.
Di kalangan sufi, pengalaman Bayazid itu dikenal sebagai fanasirnanya keakuan di hadapan Yang Mutlak. Tetapi jalan menuju fana, bagi Bayazid, bukan sekadar shalat panjang atau puasa panjang.
Pada agama-agama itu, orang Barat masih berupaya menjaga jarak intelektual, menatapnya sebagai sistem reflektif yang patut dihormati. Sementara pada Islam, prasangka yang muncul begitu emosional dan penuh dendam.
Nasrudin menyindir cara pandang yang hanya melihat perbedaan fisik (seperti pakaian, tubuh) untuk menilai seseorang. Padahal yang lebih penting adalah mengenali sifat, akhlak, dan hakikatnya, bukan hanya penampilan luar.
Telah menjadi ijma di kalangan Muslimin, di semua negara, pada setiap masa, bahwa rambut wanita termasuk perhiasan yang wajib ditutup di hadapan orang yang bukan mahramnya.
Akan tetapi bagi banyak orang, pengakuan itu berhenti di bibir. Dalam hati, perasaan itu jarang benar-benar bangkit. Bahkan, banyak yang lebih bergairah mengejar dunia ketimbang rindu menatap Sang Pencipta.
Nasrudin benar-benar yakin bahwa rezeki datang dari Allah, tapi ia juga tidak mau begitu saja diperdaya oleh orang lain. Ia menunjukkan bahwa tawakal tidak berarti pasrah bodoh, tetapi tetap bijak dan pandai menyikapi keadaan.
Di antara semua doa, ada satu yang paling sering Rasulullah SAW ucapkan. Bukan doa yang panjang dan rumit, tetapi sederhana dan padat: doa sapu jagat. Doa yang mencakup seluruh kebaikan dunia dan akhirat sekaligus.
Sang hakim begitu tamak pada mentega sampai-sampai lupa bahwa di bawah lapisan tipis itu ada kotoran. Orang yang serakah sering hanya melihat yang di permukaan tanpa memikirkan akibatnya.
Bagi manusia, laut adalah tempat wisata, lubang adalah sarang hewan, dan pasar adalah pusat ekonomi. Namun bagi jin, semua itu adalah rumah. Tempat mereka tinggal, beristirahat, bahkan bercengkerama.
Ritual itu disebut iqsam, cara yang penuh kesyirikan. Penyihir bersumpah dengan nama jin-jin besar, menyebut para pemuka mereka, lalu memerintah mereka.
Pada masa pra-Islam, di antara para pemuja Hubal dan penari di sekeliling berhala, ada segelintir orang Arab yang justru mempraktikkan ibadah-ibadah yang kelak menjadi bagian dari ajaran Islam.
Bagaimana masyarakat Arab sebelum Islam memandang pengkhianatan perkawinan sebagai dosa yang layak dihukum mati, mempermainkan talak tanpa batas, dan menyandarkan anak pada siapa pun yang diakui ibunya.
Bagaimana wahyu tentang hak waris bagi perempuan dan anak-anak kecil merombak tatanan adat patriarkal di jazirah Arab, dan kenapa kaum Quraisy dulu sampai memprotes keras aturan itu.
Bagaimana satu orang yang diagungkan sebagai pemimpin dan juru adat di Makkah justru mencatatkan namanya sebagai pelopor kesyirikan terbesar di tanah Arab.