Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Senin, 31 Agustus 2026
home wirausaha syariah detail berita

Berkat Wakaf Habib Bugak Asyi, Ribuan Umat Islam Aceh Dapat Dana Haji Tiap Tahun

Muhajirin Selasa, 14 Juni 2022 - 14:19 WIB
Berkat Wakaf Habib Bugak Asyi, Ribuan Umat Islam Aceh Dapat Dana Haji Tiap Tahun
Jemaah Haji Asal Aceh (foto: kemenag.go.id)
LANGIT7.ID - Tokoh paling terkenal jika berkaitan dengan wakaf produktif adalah sahabat Utsman bin Affan. Namun, siapa sangka ada sosok ulama asal Aceh yang mampu menebarkan manfaat ke masyarakat Aceh melalui wakaf produktif. Dia adalah Habib Abdurrahman bin Alwi.

Ulama yang lebih dikenal Habib Bugak Asyi itu memiliki yayasan wakaf bernama Baitul Asyi. Saat ini, wakaf Baitul Asyi berwujud beberapa hotel di Makkah yang sebagian keuntungannya dibagikan setiap musim haji kepada jamaah haji asal Aceh.

Tahun ini, jamaah haji asal Aceh mendapatkan pembagian dana wakaf dari Baitul Asyi di Kota Makkah sebesar Rp4.560.000 per jamaah. Dana ini dibagi secara rata oleh nazir (pengelola) Wakaf Baitul Asyi, Syekh Abdullatif Baltho, kepada 2.022 jamaah. Rinciannya 1.988 orang jamaah haji dan 34 orang dari petugas haji.

Baca Juga: Keabadian Wakaf Sumur Utsman bin Affan, 14 Abad Mengalirkan Manfaat

Ketua Bidang Dakwah dan Ukhuwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) pusat, KH Cholil Nafis, mengungkapkan, Wakaf Baitul Asyi merupakan salah satu contoh konkret keberhasilan wakaf produktif.

"Ini wakaf produktif secara ekonomi yang dilakukan oleh tokoh Aceh untuk seluruh jamaah haji Aceh. Ayo berwakaf untuk manfaat yang tiada henti dan pahala yang terus mengalir. Para sahabat Nabi berwakaf bukan hanya kuburan, tapi juga perkebunan dan lahan produktif," kata KH Cholil melalui akun twitter-nya, Selasa (14/6/2022).

Sejarah Wakaf Baitul Asyi

Mengutip laman resmi Kemenag RI, Wakaf Baitul Asyi diikrarkan Habib Bugak Asyi pada 1224 H/1809 M. Ikrar itu diucapkan Habib Bugak di hadapan hakim Mahkamah Syariah Mekkah pada waktu itu.

Di dalam akta wakaf, Baitul Asyi juga menyebutkan rumah tersebut diwakafkan kepada orang Aceh untuk menunaikan haji serta orang Aceh yang menetap di Mekkah. Habib Bugak juga telah menunjuk nazir, yaitu seorang ulama asal Aceh yang menetap di Makkah.

Baca Juga: Al-Azhar, Potret Keberhasilan Wakaf yang Berdiri di Bulan Ramadhan

Pada 1999 M, Mahkamah Syariah Makkah mengukuhkan Syaikh Abdul Ghani bin Mahmud bin Abdul Ghani Al-Asyi sebagai nazir Baitul Asyi. Dia merupakan generasi keempat pengelola wakaf.

Sejak 2004, tugas nazir dilanjutkan oleh sebuah tim yang dipimpin anak nadzir sebelumnya, Syaikh Munir bin Abdul Ghani Al-Asyi. Dia merupakan generasi kelima pengelola wakaf. Selain Syaikh Munir, pengelolaan Baitul Asyi juga dipercayakan kepada Dr. Abdullatif Baltho.

Warisan Habib Bugak kepada masyarakat Aceh memiliki nilai ekonomi yang sangat tinggi. Tak heran jika KH Cholil Nafis mengajak umat Islam berwakaf produktif, karena pahala akan terus mengalir meski nyawa tak lagi dikandung badan.

Baca Juga: Kekuatan Wakaf Era Turki Utsmani: Buka Lapangan Kerja, Biayai Pendidikan hingga Militer

Warisan itu kini berharga lebih dari Rp200 juta riyal atau setara Rp.5,2 triliun sebagai wakaf fi sabilillah. Saat ini, harta wakaf tersebut telah berkembang menjadi aset penting, di antaranya berupa hotel Ajyad bertingkat 25. Hotel ini berjarak 500 meter dari Masjidil Haram.



Selain itu, Baitul Asyi juga menjelma menjadi menara Ajyad bertingkat 28 yang berjarak sekitar 600 meter dari Masjidil Haram. Kedua hotel besar ini mampu menampung lebih 7.000 orang dan dilengkapi dengan infrastruktur yang lengkap.

(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Senin 31 Agustus 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:57
Ashar
15:14
Maghrib
17:56
Isya
19:05
Lihat Selengkapnya
right-3 (Desktop - langit7.id)
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan