LANGIT7.ID - , Jakarta -
Salat adalah ibadah wajib umat muslim yang dijalankan lima kali dalam satu hari. Karena hukumnya wajib, maka apabila dikerjakan akan mendapat
pahala.
Selain berpahala, dalam setiap
gerakan salat ternyata memiliki manfaat bagi
kesehatan jasmani dan rohani. Bila melihat besarnya manfaat salat bagi kesehatan, hendaknya setiap muslim menunaikannya dengan penuh rasa ikhlas, sebagai bukti keimanan, kebersyukuran, ketaatan sekaligus cinta kepada Allah SWT dan Rasul-Nya.
Baca juga: Momen Shalat Sendiri Dapat Pahala Berjamaah, Ini KetentuannyaBerikut manfaat gerakan sholat untuk kesehatan jasmani mapun rohani dikutip dari laman
Universitas Islam Indonesia, Selasa (9/8/2022);
Gerakan takbiratul ihram
Posisi
takbiratul ihram adalah berdiri tegak (bila tidak sedang sakit), sambil mengangkat kedua telapak tangan sejajar dengan telinga. Telapak tangan dalam posisi terbuka atau tidak menggenggam. Kemudian melipat tangan dan meletakannya di depan perut atau dada bagian bawah.
Saat melakukan gerakan ini, otot bahu akan meregang dan sendi-sendi juga bergerak. Posisi ini membantu memperlancar aliran darah segar yang kaya
oksigen, getah bening, menguatkan otot lengan serta mencegah terjadinya ganggun pada persendian.
Selain itu, posisi berdiri tegak juga bermanfaat merangsang titik-titik
akupuntur yang ada di telapak kaki. Karena posisi ini membuat telapak kaki tertekan sempurna oleh berat badan.
Gerakan rukuk
Saat
rukuk, posisi jantung yang sejajar dengan otak akan memaksimalkan aliran darah di bagian tengah tubuh. Posisi ini juga akan membuat tulang belakang meregang seperti senam.
Baca juga: Perempuan Lebih Utama Shalat di Rumah, UAS: Kalau...Rukuk akan membuat tulang belakang terhindar dari pengapuran dan terawat kelenturannya. Di samping itu, gerakan rukuk juga membantu mengoptimalkan aliran darah sehingga dapat terus terjaga kesehatan dan fungsinya sebagai penyangga tubuh dan pusat syaraf.
Kemudian untuk posisi kedua tangan yang bertumpu pada lutut akan membuat relaksasi otot khususnya otot bahu hingga ke kaki. Gerakan rukuk ini juga melatih kemih untuk mencegah gangguan prostat.
I’tidal
Gerakan setelah rukuk atau membungkuk ini dipercaya mampu melancarkan
pencernaan. Gerakan i'tidal sama dengan senam perut, di mana posisi membungkuk kemudian tegak sesaat yang dilanjut dengan sujud. Setiap gerakannya memberi efek pihjat pada rongga perut.
Sujud
Posisi
sujud adalah menungging dengan bertumpu pada lutut, kedua tangan, sedikit bagian depan telapak kaki dan dahi.
Pada posisi ini letak jantung berada di atas otak, sehingga kebutuhan suplai oksigen melalui darah ke otak bisa terpenuhi dengan baik. Bahkan, ada beberapa syaraf otak yang hanya bisa teraliri darah atau tercukupi oksigennya dengan posisi ini.
Posisi ini memberi efek otak menjadi lebih fresh dan normal. Kondisi ini pernah diteliti oleh Dr. Fidelma O’Leary, Professor Biologi di Universitas St. Edward di Austin, Texas, Amerika Serikat yang kemudian membuatnya memilih untuk memeluk Islam.
Baca juga: Aturan Ketat Bima Sakti, Pemain Muslim Tidak Shalat Bakal DidendaSelain itu, pada gerakan ini juga memompa aliran getah bening ke leher dan ke ketiak. Gerakan ini juga menghindarkan seseorang dari gangguan wasir. Khusus untuk ibu-ibu, posisi rukuk dan sujud sangat baik untuk kesuburan dan kesehatan organ kewanitaan.
Duduk iftirosy dan tasyahud dengan tawarruk
Ketika melakukan posisi duduk iftirosy dan tasyahud maka akan terjadi penekanan di dinding perut sejajar dengan ginjal. Sehingga ginjal lebih terjamin fungsinya secara normal.
Gerakan ini juga membuat badan bertumpu pada pangkal paha yang mengakibatkan terjadinya relaksasi otot-otot dan syaraf pangkal paha. Tekanan vena di atas pangkal atau ujung kaki juga mengakibatkan darah memenuhi telapak kaki.
Kemudian kelenjar keringat juga akan menjadi aktif akibat bertemunya lipatan paha dan betis sehingga membuat saraf dan otot lebih lentur, bekerja seimbang dan melancarkan peredaran darah di kaki.
Posisi ini juga akan melenturkan lutut, betis, dan juga jari kaki. Jika dilakukan dengan benar, posisi ini memberi efek positif untuk kesehatan reproduksi pria.
Ini disebabkan adanya penekanan sesaat posisi tumit pada kandung kemih (uretra), kelenjar kelamin (prostat), maupun saluran vas deferens yang berfungsi sebagai saluran sperma.
Gerakan salam
Di gerakan akhir sholat, seperti halnya peregangan dalam olahraga maka akan terasa otot di sekitar leher lebih rileks. Gerakan ini juga membantu melancarkan aliran darah di kepala, menjaga kekencangan kulit wajah akibat tarikan atau peregangan saat menoleh dan juga membantu mengurangi sakit kepala.
Sehat rohani
Selain memberi dampak sehat secara jasmani atau fisik, sholat juga mampu memberi dampak sehat secara rohani.
Bagi orang awam, kesehatan rohani dimaknai secara sederhana dengan kondisi hati dan atau pikiran yang tentram, nyaman, penuh dengan rasa bahagia, rasa syukur, sabar, optimis atau jauh dari kecemasan, kegelisahan, rasa pesimis, kufur, dan juga kesedihan.
Baca juga: Hukum Tinggalkan Shalat Jumat, Awas Dianggap MurtadKondisi tersebut akan tercipta saat seorang hamba terkoneksi langsung dengan Allah SWT. Dan salat menjadi salah satu jalan untuk itu.
“Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang hak) selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku.” (QS. Thaha: 14).
Dengan koneksi tersebut, Allah SWT juga secara implisit akan memberikan solusi atau jalan keluar dari setiap permasalahan hidup yang dihadapi.
Seperti ditegaskan dalam Al Quran, “Dan mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan salat. Dan (salat) itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk.” (QS. AL Baqarah: 45).
“Wahai orang-orang yang beriman! Mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan salat. Sungguh, Allah beserta orang-orang yang sabar.” (QS. AL Baqarah: 153).
Orang yang mengerjakan salat akan terlatih kesabarannya. Sehingga kesehatan rohani pun tercipta melalui perbuatan-perbuatan baik atau terhindar dari perbuatan atau melakukan sesuatu yang keji dan munkar.
“Bacalah Kitab (Al-Qur’an) yang telah diwahyukan kepadamu (Muhammad) dan laksanakanlah salat. Sesungguhnya salat itu mencegah dari (perbuatan) keji dan mungkar. Dan (ketahuilah) mengingat Allah (salat) itu lebih besar (keutamaannya dari ibadah yang lain). Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al Ankabut: 45).
Kondisi kejiwaan atau rohani seseorang juga tentu akan sangat tentram, damai, bahagia saat kesalahan atau dosa yang dilakukannya mendapat ampunan dari Allah SWT. Dan lagi-lagi salat menjadi salah satu pintu untuk memperoleh ampunan Allah SWT.
Hal ini tertuang dalam Al Quran, “Dan dirikanlah sholat itu pada kedua tepi siang (pagi dan petang) dan pada bahagian permulaan daripada malam. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk. Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat.” (QS. Hud: 114).
Baca juga: Jangan Tinggalkan Dzikir Usai Shalat Jumat, Jadi Amalan PentingDalam Hadits Bukhari juga disebutkan bahwa Abu Hurairah mendengar Rasulullah SAW bersabda,
“Bagaimana pendapat kalian seandainya ada sungai di depan pintu rumah salah seorang dari kalian, lalu ia mandi lima kali setiap hari. Apakah kalian menganggap masih ada kotoran (daki) yang tersisa padanya?”
Para sahabat menjawab : “Tidak akan ada yang tersisa sedikitpun kotoran padanya.” Lalu beliau bersabda “Seperti itu pula dengan shalat 5 waktu. Dengannya Allah akan menghapus semua kesalahan.” (HR Bukhari).
(est)