Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Selasa, 26 Mei 2026
home lifestyle muslim detail berita
Silaturahmi Lintas Negara

Mengenal Ramazan Bayram, Lebaran Khas Turki dengan Tradisi Bagi-Bagi Permen

esti setiyowati Senin, 16 Maret 2026 - 08:00 WIB
Mengenal Ramazan Bayram, Lebaran Khas Turki dengan Tradisi Bagi-Bagi Permen
Mengenal Ramazan Bayram, Lebaran Khas Turki dengan Tradisi Bagi-Bagi Permen
LANGIT7.ID-, Sakarya - - Perayaan Idulfitri tidak hanya memiliki warna dan tradisi khas di Indonesia. Budaya Lebaran di Tanah Air yang paling ikonik antara lain mudik, halal bihalal, bagi-bagi THR hingga makan ketupat.

Tradisi ini tentu berbeda dengan negara-negara lain, di mana di hari kemenangan juga dirayakan dengan keunikan tradisi tersendiri.

Salah satu contoh menarik datang dari Negeri Dua Benua, Turki, yang memiliki sejumlah tradisi khas dalam menyambut hari raya tersebut.

Di Turki, Idulfitri dikenal dengan sebutan Ramazan Bayramı atau secara harfiah berarti Perayaan atau Festival Ramadan.

Baca juga: Kemeriahan Festival Idulfitri di Taipei, Ajang Silaturahmi Puluhan Ribu Diaspora Muslim

Hari raya ini merupakan salah satu momen paling penting dalam kehidupan masyarakat Turki. Pemerintah bahkan menetapkannya sebagai hari libur nasional yang sangat dinanti.

Selama masa libur tersebut, suasana kota-kota di Turki menjadi lebih hidup. Beberapa kebijakan khusus juga diberlakukan untuk memudahkan masyarakat merayakan hari raya bersama keluarga.

Jalan-jalan bebas hambatan dibebaskan dari biaya tol, sementara transportasi umum di kota terbesar Turki, Istanbul, memberikan potongan harga hingga 50 persen bagi para penumpang. Kebijakan ini membuat masyarakat lebih mudah bepergian untuk bersilaturahmi.

"Ada satu hal menarik saat Lebaran di Turki, yaitu transportasi seperti kereta dan bus digratiskan. Jadi banyak orang-orang Indonesia yang jalan-jalan ke Istanbul untuk memanfaatkan momen gratis itu," cerita mahasiswa asal Indonesia, Rasendrya Ragawilapa Muharram pada LANGIT7.ID.

Malam Lebaran Tanpa Kumandang Takbir

Salah satu hal yang cukup berbeda dibandingkan dengan tradisi di Indonesia adalah suasana malam Lebaran. Di banyak daerah di Indonesia, malam menjelang Idulfitri biasanya dipenuhi dengan gema takbir dari masjid, mushala, hingga pawai takbir keliling yang meriah.

Baca juga: Harmoni di Negeri Sekuler, Potret Idulfitri Mahasiswa Doktoral RI di Pesisir Timur Taiwan

Sebaliknya, di Turki malam Idulfitri berlangsung relatif tenang. Tidak ada tradisi kumandang takbir yang bersahut-sahutan di masjid-masjid seperti yang lazim terdengar di Indonesia.

"Biasanya di Indonesia menjelang Idulfitri ramai dengan suara takbir. Di Turki, sunyi banget. Pernah saya keluar tengah malam 'Kok nggak ada yang takbiran? Sunyi banget jalanan," kata pemuda yang akrab disapa Aga ini

Saat itu Aga mengira hanya di daerah-daerah tertentu suara takbir tidak terdengar. Ia pun langsung mengontak kawannya yang berada di kota lain.

"Saya pikir yang sunyi hanya di daerah kampus saja. Saya coba telepon teman yang berada di Carsi, ternyata di sana juga sepi. Sepertinya takbiran bukan budaya di Turki," cerita Aga.

Malam tersebut berjalan hampir seperti malam biasa, meskipun masyarakat tetap bersiap menyambut hari raya keesokan paginya.

Festival Gula yang Dinanti Anak-anak

Tradisi yang paling terkenal dari perayaan Idulfitri di Turki adalah Şeker Bayramı, yang secara harfiah berarti Festival Gula. Tradisi ini membuat Idulfitri di Turki identik dengan berbagai makanan dan camilan manis.

Saat hari raya tiba, hampir setiap rumah menyediakan permen, cokelat, dan berbagai jajanan manis untuk disuguhkan kepada tamu. Hidangan manis tersebut bukan sekadar suguhan biasa, melainkan bagian dari tradisi berbagi kebahagiaan.

"Sebenarnya bukan buat Lebaran saja, buat beberapa hari-hari besar Islam juga ada. Tapi memang ada beberapa manisan seperti Lokum, yang kerap dibagikan saat Lebaran juga usai shalat Jumat," terang Arif Bachtiar, pemuda asal Bengkulu yang tengah berkuliah di Sakarya University of Applied Science, Turki.

Baca juga: Lebaran di Kairo, Kisah Pelajar RI Menyaksikan Muhsinin Mesir Berbagi Iftar hingga THR

Umumnya manisan ini diberikan pada anak-anak. Mereka akan berkeliling ke rumah-rumah tetangga untuk mengucapkan selamat Idulfitri.

Tradisi ini sering kali menghadirkan suasana ceria, karena anak-anak pulang dengan kantong yang penuh jajanan manis.

Namun seiring perkembangan zaman, kebiasaan tersebut mulai jarang ditemui di kawasan perkotaan besar, meskipun masih bertahan di sejumlah daerah.

Meski memiliki tradisi yang berbeda dengan negara lain, semangat Idulfitri di Turki tetap berpusat pada nilai yang sama, kebersamaan dan silaturahmi. Libur panjang dimanfaatkan untuk berkumpul dengan keluarga, mengunjungi kerabat, serta berbagi kebahagiaan dengan orang-orang di sekitar.



(est)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Selasa 26 Mei 2026
Imsak
04:26
Shubuh
04:36
Dhuhur
11:53
Ashar
15:14
Maghrib
17:47
Isya
19:00
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)