Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen Indonesia terhadap prinsip nonblok dan solusi damai dalam pidatonya di SPIEF 2025. Ia juga mengungkap respons Rusia atas usulan damai Ukraina dan pentingnya diplomasi global.
Indonesia resmi bergabung dengan BRICS sebagai anggota ke-10, memperkuat posisinya dalam ekonomi global. Sebagai negara dengan ekonomi terbesar di Asia Tenggara, Indonesia berkomitmen untuk reformasi tata kelola global dan kerja sama Selatan-Selatan. Keputusan ini diambil setelah pembentukan pemerintahan baru, meski ada tekanan dari Amerika Serikat terkait rencana mata uang alternatif BRICS.
Bergabungnya empat negara ASEAN ke BRICS menandai pergeseran penting dalam dinamika ekonomi global. Langkah strategis ini membuka peluang besar bagi Indonesia dan Malaysia untuk memperkuat posisi di pasar internasional. Dengan total populasi 3,2 miliar dan nilai ekonomi US28,5 triliun, kemitraan ini menjanjikan pertumbuhan ekonomi yang signifikan bagi kawasan Asia Tenggara.
Sistem pembayaran BRICS Pay siap meluncur dengan 159 peserta, menandai langkah besar dalam upaya de-dolarisasi global. Platform berbasis blockchain ini akan memungkinkan perdagangan dalam mata uang lokal, mengurangi ketergantungan pada dolar AS. Peluncuran diperkirakan diumumkan pada KTT BRICS 2024, menjanjikan perubahan signifikan dalam lanskap ekonomi internasional.
Perekonomian global masih mengalami ketidakpastian, bahkan ekonomi global cenderung suram. Namun sejumlah kalangan optimis bahwa Indonesia tidak akan mengalami resesi tahun ini.
Menurut Ma'ruf, pariwisata merupakan salah satu sektor yang krusial untuk memulihkan ekonomi, membuka lapangan kerja, dan menjadikan masyarakat tangguh serta berdaya.
Duta Besar RI untuk Spanyol, Muhammad Najib mengungkapkan, setidaknya ada 3 hot isu di level global yang diperkirakan akan berdampak pada dunia internasional.
Gelombang resesi ekonomi diprediksi terjadi di tahun 2023 ini. Dana Moneter Internasional (IMF) mencatat sepertiga dari ekonomi global akan mengalami resesi.
Ada deretan hal penting yang bakal jadi tren di tahun 2023 kaitannya dalam bisnis dan perusahaan. Sebab sepertiga dunia mengalami resesi ekonomi di tahun ini.
Menurut Nawir, inflasi USA masih 6 persen dan sangat jauh dari target tahunan yang 2 persen rata-rata. Jadi, The Fed tetap akan menaikkan suku bunga acuan meski tidak seagresif kenaikan sebelumnya pada 75 basis poin.
Masyarakat diimbau untuk tidak khawatir akan isu ancaman resesi pasa tahun 2023. Sebab, krisis bisa diatasi dengan mengedepankan sistem ekonomi syariah.