Perekonomian global masih mengalami ketidakpastian, bahkan ekonomi global cenderung suram. Namun sejumlah kalangan optimis bahwa Indonesia tidak akan mengalami resesi tahun ini.
Menurut Ma'ruf, pariwisata merupakan salah satu sektor yang krusial untuk memulihkan ekonomi, membuka lapangan kerja, dan menjadikan masyarakat tangguh serta berdaya.
Duta Besar RI untuk Spanyol, Muhammad Najib mengungkapkan, setidaknya ada 3 hot isu di level global yang diperkirakan akan berdampak pada dunia internasional.
Gelombang resesi ekonomi diprediksi terjadi di tahun 2023 ini. Dana Moneter Internasional (IMF) mencatat sepertiga dari ekonomi global akan mengalami resesi.
Ada deretan hal penting yang bakal jadi tren di tahun 2023 kaitannya dalam bisnis dan perusahaan. Sebab sepertiga dunia mengalami resesi ekonomi di tahun ini.
Menurut Nawir, inflasi USA masih 6 persen dan sangat jauh dari target tahunan yang 2 persen rata-rata. Jadi, The Fed tetap akan menaikkan suku bunga acuan meski tidak seagresif kenaikan sebelumnya pada 75 basis poin.
Masyarakat diimbau untuk tidak khawatir akan isu ancaman resesi pasa tahun 2023. Sebab, krisis bisa diatasi dengan mengedepankan sistem ekonomi syariah.
PP Muhammadiyah merasa perlu hadir dalam sektor perekonomian nasional. Hal itu dilakukan untuk mendorong pertumbuhan perekonomian umat yang lebih berkeadilan.
Perekonomian global tidak seutuhnya berpengaruh terhadap perekonomian di Indonesia. Pasalnya, perekonomian Indonesia hanya dipengaruhi oleh 5 negara ini.
Indonesia diproyeksikan akan mengalami pertumbuhan ekonomi 4,5-5 persen di 2023. Angka tersebut bisa dikatakan, Indonesia masih jauh dari resesi dan krisis.