Tak sedikit orang yang menyederhanakan mental illness atau gangguan mental dalam Islam semata-mata akibat seseorang diganggu oleh jin atau karena ia jauh dari Allah. Berikut penjelasan yang tepat dalam perspektif Islam.
Pandemi Covid-19 memunculkan kecemasan yang mempengaruhi kestabilan pikiran dan ketenangan jiwa. Guna mengatasi kecemasan atau stress tersebut, bisa diatasi dengan self healing treatment. Terlebih dalam menekan stress akibat suasana yang berubah-ubah.
Pandemi Covid-19 membuat banyak anak menjadi yatim dan piatu sebab mereka terpaksa kehilangan orang tuanya. Menurut data Kementerian Sosial RI, per Juli 2021 ada 11.045 anak di Indonesia menjadi yatim piatu. Dosen Pascasarjana PTIQ Jakarta, Nur Rofiah, mengatakan, anak yatim akibat pandemi Covid-19 butuh pendampingan psikologis
Berawal dari motivasi untuk menyadarkan masyarakat luas akan pentingnya kesehatan mental, Ifandi Khainur Rahim membuat kanal YouTube Satu Persen yang membawanya mendapat penghargaan 'Forbes 30 Under 30 Asia'
Keimanan kepada Allah secara medis ternyata mampu menstabilkan emosi di otak sekaligus meningkatkan imunitas tubuh. Dalam kondisi pandemi Covid-19, keimana menjadi amat penting.
Pakar Neuroparenting dr Aisah Dahlan mengungkapkan bahwa saling memaafkan sangat bermanfaat bagi kesehatan. Ada tiga bagian dalam otak teraktivasi saat seseorang memaafkan orang lain. Simak penjelasannya
Salah satu hikmah besar dari pandemi adalah mengembalikan fungsi keluarga sebagai madrasah utama bagi anak-anak. Untuk itu, diperlukan kecakapan dalam mendidik anak, sekaligus memperhatikan aspek kesehatan mental.