Anxiety perlu diwaspadai jika muncul tanpa sebab atau sulit dikendalikan. Sebab, itu bisa jadi disebabkan oleh gangguan kecemasan (anxiety disorder). Berikut solusi dari Ustadz Adi Hidayat.
Kunci kesehatan jiwa menurut Imam al Ghazali adalah dengan melakukan perbuatan terpuji atau al-fadhilah. Hal ini berbeda dengan kebutuhan untuk healing.
11 bulan seseorang makan tanpa henti, sehingga turun syariat untuk berpuasa satu bulan. Secara ilmiah, puasa itu membuat saluran pencernaan beristirahat.
Rasa cemas itu normal bila terkendali dan hilang setelah faktor pemicu sudah teratasi. Bila perasaan itu menetap atau memburuk, ia mengganggu aktivitas harian.
Menurut dr. Zaidul Akbar, Surat Muawwidzatain dapat mempengaruhi emosi. Surat An-Nas terutama, dapat menghadirkan ketenangan dan menstabilkan emosi sehingga terhindar dari terkena berbagai penyakit berat.
Ketenangan dan ketentraman hidup berasal dari dalam diri sendiri. Ini sejalan dengan ajaran Islam yang memberikan ketenangan dan kedamaian dalam jiwa. Ada banyak ayat dalam Al-Qur'an yang mengisyaratkan hal tersebut.
Penting bagi seseorang melakukan self healing, yakni tindakan pribadi untuk mencapai jiwa normal, namun sungguh disayangkan jika dilakukan di luar batas wajar.
Kehilangan orang yang sangat dicintai menciptakan kesedihan yang mendapat bagi orang terdekat. Dokter Pakar Neuroparenting, dr Aisah Dahlan, membagikan tips untuk move on atau menghilangkan rasa sedih ketika berduka.
Menjadi Morning Person sangat menggairahkan dan bermanfaat. Khususnya bagi mereka yang harus berangkat kerja lebih awal dari biasanya. Sebutan morning person ditujukan bagi mereka yang memiliki rutinitas bangun di awal hari dan langsung beraktivitas.
Layanan kesehatan mental di Tanah Air belum merata. Data menunjukkan 90 persen orang Indonesia belum mendapatkan penanganan yang tepat dalam masalah ini pada enam bulan pertama.
Kini, Yova sudah dinyatakan sembuh. Kerennya lagi ia bisa masuk ke perguruan tinggi negeri ternama di Indonesia, yakni Universitas Indonesia (UI) pada tahun 2020.
Jejaring sosial berbasis suara Clubhouse memperingati Hari Kesehatan Mental Sedunia, Minggu (10/10/2021) lalu. Acara yang menghadirkan pembicara dari 15 negara ini mengangkat tema Mental Health in an Unequal World untuk meningkatkan kesadaran tentang kesehatan mental.