Dikisahkan, kedua cucu kesayangan Rasulullah itu pernah merayakan Hari Raya Idul Fitri tanpa berhias dengan baju baru. Kisah ini tercantum dalam dalam kitab Al-Amali, yang diriwayatkan oleh Ibn Syahr dari al-Ridha.
Semangat para sahabat dalam mencari malam Lailatul Qadar dikisahkan dalam sejumlah riwayat hadits. Salah satunya hadits riwayat Imam Bukhari, dari Abu Said Al-Khudri.
Pada 21 Ramadhan 40 H, Ali bin Thalib dibunuh setelah shalat Shubuh. Kesyahidan Sayyidina Ali telah diceritakan Ibnu Katsir dalam Kitab Al-Bidayah wan Nihayah.
Uwais termasuk tabiin yang masih hidup pada masa Rasulullah, namun tidak pernah bertemu Baginda. Ia tumbuh sebagai yatim, melimpahkan kasihnya pada sang ibu.
Habib Jindan bercerita tentang keshalihan dan ketinggian ilmu para salaf shalih yang ada di kota tersebut. Dia menyebut Tarim sudah ada sejak Nabi Muhammad SAW.
Allah hendak menunjukkan, ketika diturunkan di tempat paling terbelakang pun, Islam mampu mengalahkan Romawi dan Persia baik secara peradaban maupun wilayah.
Sebelum era Rasulullah sudah ada peradaban yang berkembang, seperti Romawi, Persia, hingga Babilonia. Peradaban itu menjadi kiblat pendidikan pada masa itu. Namun, pada masa Baginda Nabi Muhammad SAW, tiba-tiba umat Islam tampil sebagai peradaban unggul di dunia.
Islam sering dianggap sebagian orang terbelakang karena mengekang hak wanita untuk berkarir di ruang publik. Namun ternyata tidak demikian. Sebab Islam memberi ruang yang luas bagi wanita untuk berkarya. Berikut karir para wanita di zaman Rasulullah.
Sahabat Khalid bin Walid dikenang sebagai sahabat Rasulullah SAW yang jenius dalam membuat strategi perang. Ia dijuluki Saifullah Al-Maslul (Pedang Allah yang Terhunus). Beliau juga memiliki tauhid yang sangat kuat dan pemberani. Ia tak pernah takut berhadapan dengan kematian.