Awal puasa 2022 jatuh pada 3 April 2022, seturut keputusan hasil Sidang Isbat yang sudah diumumkan oleh Kementerian Agama (Kemenag) RI pada Jumat (1/4/2022).
Masjid KH Hasyim Asyari, Jakarta Barat melaksanakan pemantauan rukyatul hilal penetapan awal Ramadhan 1443 H. Tim rukyat menyatakan hilal tidak terlihat.
Kriteria baru MABIMS menetapkan bahwa secara astronomis, hilal dapat teramati jika bulan memiliki ketinggian minimal 3 derajat dan elongasinya minimal 6,4 derajat.
pada hari pelaksanaan rukyat atau pemantauan, ketinggian hilal di seluruh wilayah Indonesia sudah di atas ufuk. Yaitu berkisar antara 1 derajat 6,78 menit sampai dengan 2 derajat 10,02 menit.
Sidang akan digelar secara tertutup setelah shalat Magrib. Selain data hisab (informasi), sidang isbat juga akan merujuk pada hasil rukyatul hilal (konfirmasi) yang dilakukan Tim Kemenag pada 101 lokasi di seluruh Indonesia.
Pelepasan Dai Perbatasan ditandai dengan penyerahan bendera merah putih oleh Dirjen Bimas Islam didampingi Direktur Penerangan Agama Islam Syamsul Bahri, Kepala Subdit Dakwah, dan Hari Besar Islam Lubenah Amir, kepada delapan dai yang akan bertugas di Kabupaten Sambas.
Yaqut mengatakan, umat Muslim Indonesia mendapat banyak pelajaran dan pengetahuan dari Menteri Saudi tentang moderasi beragama yang telah diterapkan di Saudi.
Bagi kawasan level 2, kegiatan beribadah berjemaah dibatasi 75 persen dari kapasitas. Sedangkan untuk kawasan level 3, jemaahnya dibatasi maksimal 50 persen dari kapasitas.
Seperti yang ditegaskan Gus Yaqut, madrasah tetap ada dalam RUU Sistem Pendidikan Nasional. Kami tidak pernah punya keinginan atau rencana menghapus madrasah.
Direktur PD Pontren Waryono Abdul Ghafur mengatakan, Rakornas digelar untuk mempertajam program prioritas agar terkoordinasi dengan baik dari hulu sampai hilir.
Sidang isbat merupakan wadah musyawarah para pakar astronomi dan falak, ulama, lembaga terkait serta pemerintah dalam menentukan awal Ramadhan. Sehingga hasil yang diputuskan dapat menghilangkan segala perbedaan.