Bertepatan dengan hari Jumat sebagai penghujung bulan Sya'ban, khatib Jumat dapat memberikan khazanah keilmuan sebagai bekal umat Islam dalam menjalani bulan Ramadhan.
Secara spiritual, mencegah cemas berlebihan dapat dilakukan dengan berdzikir dan memerbanyak membaca Al-Quran. Terdapat banyak kisah-kisah penguat hati, ayat-ayat motivasi, dan doa-doa penenang jiwa yang dapat dibaca dan ditadabburi.
Untuk menghadirkan ketenangan jiwa dan raga, kita dapat memperbanyak dzikir kepada Allah. Membaca dan mentadabburi ayat-ayatnya untuk mengambil berbagai hikmah dan pelajaran.
Asal kata kutiba adalah tulisan yang dibaca, diungkapkan di sini maknanya penegasan dan penetapan, artinya diwajibkan dan ditetapkan karena yang ditulis lebih pantas untuk ditetapkan dan dikekalkan.
Allah Swt pasti memaafkan dan mengampuni dosa hamba-hambaNya selama mau bertaubat dan tidak mengulangi kesalahannya. Allah mengampuni setiap dosa, baik dosa kecil, dosa besar, dosa syirik bahkan dosa kekufuran selama ia bertaubat sebelum datangnya kematian.
Secara istilah, pernikahan adalah ikatan lahir batin antara dua insan sebagai pasangan untuk menciptakan keluarga (rumah tangga) yang bahagia dan sejahtera.
Berhubungan badan atau jima bagi suami-istri merupakan kebutuhan primer dan merupakan ibadah. Allah menghalalkan suami-istri untuk bercampur pada malam hari di bulan suci Ramadhan.
Bulan Syaban merupakan momentum untuk kembali mengingat utang puasa tahun lalu dan membayarnya sebelum menjalankan ibadah shaum Ramadhan. Sebab, pada bulan Syaban, umat Islam dianjurkan memperbanyak puasa sunnah.
Kewajiban berpuasa dapat ditinggalkan karena sebab-sebab tertentu yang diperbolehkan secara syari. Dalam Al-Quran Surat Al-Baqarah ayat 184 dan 185 menguraikan kebijaksanaan Allah yang memberi keringanan bagi muslim yang tidak dapat menjalankan puasa.
Muhammad Quraish Shihab dalam Tafsir Al Misbah Jilid I menjelaskan tafsir Surat Al-Baqarah ayat 183 dengan menuliskan bahwa ayat puasa dimulai dengan ajakan kepada setiap orang yang memiliki iman walau seberat apapun.
Islam adalah agama yang menghargai produk budaya seperti kesenian. Namun, kegiatan budaya harus dilaksanakan dengan mempertimbangkan ketentuan syariat Islam.
Ibnu Katsir menjelaskan, menurut salah satu pendapat, pernyataan malaikat tersebut berdasar pengalaman mereka yang pernah melihat makhluk, yang senang berbuat kerusakan dan pertumpahan darah. Mereka adalah kaum jin dan bunn (sekelompok jin), seperti disampaikan Qatadah.