Sejarah Islam menegaskan, pilihan tak selalu hitam-putih. Ibn Taimiyah dan Yusuf al-Qaradawi mengingatkan: bijaklah memilih yang lebih maslahat dan menolak mudarat yang lebih besar.
Madinah abad ke-7. Nabi dan sahabat tak tabu menyebut rupa perempuan: cantik, gemuk, tinggi besar, atau berkulit hitam. Hadis-hadis ini menyingkap keterbukaan teks, bukan pelecehan, melainkan penghormatan.
Menjaga ibu, istri, saudara, dan anak perempuan bukan sekadar kewajiban moral. Hadis Nabi menegaskan, penjagaan terhadap wanita adalah cermin peradaban Islam sepanjang zaman.
Allah menganugerahkan kekuasaan sebagai amanah. Tapi sejarah politik Indonesia menunjukkan: dari bansos hingga dinasti, mandat rakyat sering terkhianati.
Politik sering dianggap kotor. Namun tafsir Al-Quran menunjukkan ia adalah amanah kekhalifahan: ruang etika publik untuk menghadirkan maslahat dan menolak kezaliman.
Imam al-Ghazali mengingatkan: haji sunnah berulang bisa menjerumuskan pada kesalehan semu. Lebih utama menolong tetangga lapar daripada menambah hitungan perjalanan suci.
Rajin beribadah, tapi pelit berbagi. Bagi Imam al-Ghazali, itulah kesalehan yang tertipu: tampak taat, namun gagal menunaikan amanah sosial. Begini penjelasannya.
Nabi Muhammad saw. menjahit sandalnya, Umar belajar dari istrinya, dan Zainab bersedekah untuk keluarga. Rumah tangga adalah ladang kolaborasi, bukan dominasi.
Dari ibunda hingga cucu, dari Khadijah hingga Fatimah, Rasulullah saw. menyalakan teladan abadi: perempuan dimuliakan bukan karena status, melainkan iman, kasih, dan pengorbanan.
Umar belajar dari istri dan putrinya: kepemimpinan keluarga harus terbuka pada koreksi. Islam meneguhkan rumah tangga sebagai ruang partnership, bukan arena kuasa sepihak.
Dari Ibnu Hajar hingga Quraish Shihab, para ulama sepakat kepemimpinan suami bukan kuasa mutlak. Rumah tangga ideal berdiri di atas tanggung jawab, musyawarah, dan cinta.
Dalam Ihya Ulum al-Din, al-Ghazali menulis bahwa memberi makan orang lapar lebih utama daripada berpuasa panjang. Sebuah kritik sosial yang terasa segar hingga kini.