Syaikh Dr. H. Abdullah Ahmad (1878-1993) merupakan ulama yang memelopori sistem pendidikan madrasah di Indonesia. Dia mendirikan Adabiyah School pada 1907 untuk memberikan pendidikan terpadu kepada anak-anak bangsa.
Pendidikan Islam telah hadir di Bumi Nusantara jauh sebelum Indonesia merdeka. Pondok Pesantren telah menjamur di desa-desa di seluruh Nusantara. Namun di abad ke-19, pendidikan Islam semakin terakselerasi menjadi lebih modern dan semakin baik. Inilah tokoh yang berjasa.
Sekolah Islam kian menjamur di seluruh Indonesia. Kini orang tua punya banyak pilihan sekolah Islam untuk sang buah hati. Tak jarang ayah bunda kebingungan memilih sekolah Islam terbaik yang cocok untuk anak. Berikut tipsnya.
Sebelum sistem pendidikan modern berupa sekolah dikenalkan oleh penjajah Belanda, Indonesia sudah memiliki sistem pendidikan sendiri berupa pesantren. Kemudian muncul madrasah yang jadi antitesis sekolah ala penjajah.
Di era revolusi industri 4.0 dan memasuki era society 5.0, pendidikan Islam mendapatkan tantangan yang besar. Segala hal jadi serba praktis dan orientasi pendidikan mengarah pada pragmatisme. Akibatnya pendidikan Islam dikhawatirkan tidak dapat membentuk akhlak dan menjawab kebutuhan peserta didik.
Berdakwah di pedalaman, tak semudah berdakwah di kota dengan segala kemudahan fasilitas. Di pedalaman, ragam tantangan kerap ditemui. Mulai dari fasilitas, kondisi geografis hingga sosial masyarakat. Namun di balik itu semua, selalu ada hikmah dan kabar menggembirakan.
Salah satu upaya dakwah terberat adalah berdakwah di pedalaman. Tugas dakwah itu diambil oleh para da'i yang mendirikan Surau Kabah Madani. Surau ini menjadi pusat pendidikan Islam dan Al-Qur'an di pedalaman Kalimantan di Kabupaten Lamandau.
Guru Besar Bidang Ilmu Pendidikan Islam Universitas Sunan Kalijaga, Yogyakarta Prof H. Sutrisno, menilai pendidikan Islam memiliki peran besar dalam proses perbaikan Indonesia.
Kiai Subki berharap, gelaran acara kali ini dapat memberikan pengaruh positif dari lembaga-lembaga pendidikan yang sudah maju kepada lembaga-lembaga lainnya.
Setelah dilanda kebakaran besar, berbagai kegiatan layanan masyarakat di Jakarta Islamic Centre, Jakarta Pusat, dipastikan tetap berjalan dengan baik, termasuk ajang Jakarta Islamic Education Fair (JIEF).
Suyitno memandang penting melatih kepala madrasah maupun calon kepala madrasah. Sebab, ujung tombak pengembangan mutu lembaga pendidikan berada di tangan top leader.
Dia lalu menjelaskan perihal trauma syariat. Menurutnya, trauma syariat ketika generasi muda melihat agama sebagai beban dan musibah dalam hidup mereka.
Keluarga Besar Maarif Institute turut berduka atas meninggalnya Prof Azyumardi Azra. Sosok tersebut merupakan sejarawan paling berpengaruh di dunia pendidikan.